
Skema Bantuan Pemerintah untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Pemerintah sedang menyiapkan berbagai skema bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam di tiga provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Bantuan ini mencakup berbagai bentuk dukungan, termasuk bantuan material, kebutuhan dasar, serta perawatan kesehatan. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa hingga Rabu (3/12/2025), jumlah korban meninggal telah mencapai 753 orang. Selain itu, masih ada sekitar 650 orang yang belum ditemukan dan sekitar 2.600 orang mengalami luka-luka.
Berikut adalah beberapa bentuk bantuan yang disiapkan pemerintah:
1. Hunian Sementara dan Tetap
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa pemerintah akan menyiapkan skema bantuan berupa hunian bagi korban banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut. Proses penyiapan hunian sementara dan tetap saat ini tengah dilakukan oleh pemerintah bersama BNPB.
"Masih dalam proses persiapan oleh Kepala BNPB untuk menyiapkan hunian sementara. Setelah itu nanti akan disiapkan hunian tetap juga. Jadi ada hunian sementara, ada hunian tetap," ujarnya.
Bantuan hunian ini merupakan bagian dari tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi tersebut. Menurut Gus Ipul, BNPB saat ini tengah melakukan pemetaan di lapangan untuk memastikan distribusi bantuan yang tepat.
"Setelah itu mulai dipikirkan sekarang juga rehabilitasi dan rekonstruksi. Sekarang Kepala BNPB terus menghitung, melakukan pemetaan di lapangan, membuat perencanaan," ujar Gus Ipul.
Ia menambahkan bahwa masyarakat yang kehilangan rumah dapat memperoleh hunian sementara, dan nantinya akan dibahas lebih lanjut mengenai pembangunan hunian tetap.
"Biasanya sih nanti daerah yang menyediakan lahan atau mungkin juga menggunakan lahan-lahan milik pemerintah. Kemudian nanti akan dibangun secara bertahap," ujar Gus Ipul.
2. Santunan Uang
Selain penyediaan hunian, pemerintah juga memberikan santunan kepada para korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Bantuan ini diberikan bagi korban luka maupun keluarga korban meninggal dunia. Untuk korban yang meninggal, santunan akan disalurkan kepada ahli waris.
"Kalau untuk yang wafat ada santunan Rp 15 juta. Kalau untuk yang luka-luka berat ada Rp 5 juta," kata Gus Ipul.
Santunan tersebut akan diberikan setelah asesmen yang dilakukan pemerintah rampung. Bantuan ini, kata Gus Ipul, merupakan bentuk kepedulian pemerintah bagi para penyintas bencana.
"Ini adalah bentuk tali asih untuk meringankan beban dan menguatkan kebersamaan kita di tengah-tengah bencana," ujarnya.
3. Dapur Umum
Kementerian Sosial mendirikan dapur umum di 30 titik untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Gus Ipul mengatakan, puluhan dapur umum tersebut mampu menyajikan lebih dari 80 ribu porsi makanan setiap hari.
"Kita juga mendirikan beberapa dapur umum, di 30 titik kira-kira. Baik itu yang didirikan bersama pemerintah daerah, atau yang didirikan oleh masyarakat secara mandiri," ucapnya.
"Di mana dapur-dapur yang berada di berbagai titik itu bisa menyajikan lebih dari 80.000 porsi setiap harinya," tambahnya.
Ia menyebut lebih dari 500 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) terlibat dalam aktivitas di dapur tersebut, maupun proses evakuasi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar