Pemerintah Siapkan Pemulihan Ekonomi untuk Korban Bencana: Petani Mulai dari Nol


Sidoarjo Pemerintah pusat sedang mempersiapkan rencana pemulihan jangka menengah dan panjang untuk wilayah-wilayah yang terkena dampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan bahwa saat ini pemerintah masih berada dalam tahap tanggap darurat yang dijalankan oleh BNPB. Namun, persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi telah dimulai dengan melibatkan berbagai kementerian.

Agenda pascabencana akan fokus pada dua sektor utama, yaitu pemulihan infrastruktur dasar dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tujuan utamanya adalah memastikan korban bencana dapat kembali memiliki sumber penghidupan yang stabil setelah masa tanggap darurat berakhir.

Saat ini masih dalam tahap tanggap darurat, semua dikoordinasi oleh BNPB. Setelah itu, akan dilanjutkan oleh Kemenko PMK. Kami sedang menyusun agenda pasca tanggap darurat, dan nanti akan kami sampaikan apa saja yang bisa dilakukan, ujar Cak Imin di Sidoarjo, Kamis (11/12).

Salah satu perhatian utama pemerintah adalah anjloknya pendapatan masyarakat di daerah sentra produksi. Cak Imin memberikan contoh kondisi di Gayo Luwes, yang ia kunjungi langsung, di mana para petani kopi mengalami kerugian besar akibat bencana.

Yang jelas, dampak terbesar adalah kehilangan mata pencarian dan penurunan kelas ekonomi. Di Gayo kemarin saya ke sana, Gayo Luwes itu. Semua produsen kopi yang biasanya ekspor, pendapatannya petani rata-rata sudah di atas Rp15 juta per bulan, kira-kira 1 tahun bisa hampir Rp200 juta. Tiba-tiba menjadi nol karena semua kopinya habis. Jadi, dari titik nol, jelasnya.

Cak Imin menjelaskan bahwa pemerintah akan memulai kembali program pemberdayaan ekonomi pada sektor unggulan di masing-masing wilayah terdampak, termasuk komoditas yang menjadi tulang punggung masyarakat setempat.

Nah, kami akan cek pemberdayaannya dalam aspek sektor-sektor atau jenis-jenis usaha yang unggulan akan kita mulai. Kopi, coklat ini akan kami mulai, katanya.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya memprioritaskan perbaikan fisik, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, koordinasi lintas kementerian akan terus diperkuat sampai tahap pemulihan tuntas.

Fokus pada Pemulihan Ekonomi

Pemulihan ekonomi menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Berikut beberapa langkah yang akan diambil:

  • Program pemberdayaan ekonomi: Pemerintah akan fokus pada sektor-sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, dan industri kecil menengah. Contohnya, komoditas seperti kopi dan coklat akan menjadi fokus utama.
  • Pemulihan infrastruktur: Pemerintah akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, dan sistem irigasi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
  • Penguatan koordinasi antar kementerian: Untuk memastikan keberhasilan pemulihan, pemerintah akan memperkuat kolaborasi antar lembaga dan instansi terkait.

Tantangan dan Harapan

Meski ada tantangan besar dalam proses pemulihan, pemerintah optimis bahwa dengan pendekatan yang tepat, masyarakat dapat bangkit kembali. Cak Imin menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan masyarakat.

Dengan pendekatan yang holistik dan partisipatif, diharapkan pemulihan dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang berkelanjutan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan