Pemerintah Targetkan Penjualan Produk Lokal Rp17 Triliun di Harbolnas 2025

nurulamin.pro.CO.ID - JAKARTA
Harbolnas 2025 menjadi momen penting dalam upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan penjualan produk lokal. Dalam gelaran ini, pemerintah menargetkan penjualan produk UMKM mencapai angka Rp 17 triliun, naik sebesar 6% dibandingkan Harbolnas 2024 yang tercatat sebesar Rp 16,1 triliun. Angka ini menunjukkan optimisme pemerintah terhadap potensi pasar digital nasional.

Selain itu, kepesertaan UMKM dalam Harbolnas 2025 diharapkan mencapai minimal 1.000 pelaku usaha. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menekankan pentingnya mempromosikan produk-produk lokal, khususnya dari UMKM, dalam agenda besar ini. Langkah ini bertujuan untuk memberikan eksposur lebih luas dan meningkatkan daya saing produk dalam negeri di tengah era digital.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menjelaskan bahwa enam dari tujuh hari pelaksanaan Harbolnas 2025 akan didedikasikan khusus untuk promosi produk lokal buatan UMKM. Tujuan utama dari pengalokasian waktu tersebut adalah untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, serta memperkuat identitas merek lokal agar mampu bersaing dengan produk luar negeri.

"Tujuannya untuk memberikan eksposur yang lebih luas, meningkatkan penjualan, dan memperkuat jenama lokal agar mampu bersaing di era digital. Jadi, mari menormalisasi pembelian dan penggunaan produk lokal, terlebih buatan UMKM," ujar Roro dalam keterangan resmi, Jumat (12/12).

Harbolnas 2025 diluncurkan pada Kamis (4/12) dan diharapkan dapat menjadi motor pendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus penguatan ekosistem perdagangan digital nasional. Gelaran ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA).

Roro menambahkan bahwa Kemendag juga aktif mengampanyekan Gerakan Kamis Pakai Lokal (GASPOL) sebagai upaya mempromosikan produk UMKM Indonesia. Program ini berfokus pada penguatan kesadaran masyarakat untuk memilih produk lokal, terutama di hari Kamis setiap minggunya.

Promosi produk lokal dilakukan secara langsung di kantor Kementerian Perdagangan, juga secara daring melalui media sosial Kemendag serta media sosial pribadi Menteri Perdagangan Budi Santoso.

"Melalui GASPOL, kampanye diharapkan dapat membantu eksposur jenama lokal dan memperkuat produk dalam negeri," ujar Roro.

Beberapa inisiatif lain yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung Harbolnas 2025 termasuk penyediaan platform digital yang memudahkan UMKM dalam menjual produk mereka, serta pelatihan dan pendampingan kepada pelaku usaha agar lebih siap menghadapi persaingan di pasar online.

Dengan adanya Harbolnas 2025, diharapkan UMKM tidak hanya semakin dikenal, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk. Selain itu, program ini juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran konsumen akan pentingnya mendukung produk dalam negeri.

Pemerintah juga berkomitmen untuk terus memperkuat regulasi dan infrastruktur pendukung perdagangan digital guna memastikan keamanan dan kepercayaan konsumen dalam berbelanja online. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Harbolnas 2025 bisa menjadi momentum penting dalam memajukan UMKM Indonesia dan memperkuat perekonomian nasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan