
MAKASSAR, aiotrade
- Sebanyak 400 personel kepolisian akan diterjunkan untuk mengawal jalannya pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) serentak pada Rabu (3/12/2025) di Makassar.
Persiapan Pengamanan yang Intensif
Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan banyak calon disebut berpotensi gesekan dan akan menjadi perhatian khusus. Kontestasi tingkat lingkungan tersebut diramaikan oleh 9.211 calon Ketua RT dan 2.169 calon Ketua RW.
Proses pendaftaran berlangsung pada 22–24 November di 15 kecamatan, dilanjutkan penetapan calon pada 25 November dan pencabutan nomor urut pada 26 November. Secara total, 11.390 calon RT/RW itu akan memperebutkan 6.027 kursi Ketua RT dan 1.005 kursi Ketua RW yang tersebar di seluruh Kota Makassar.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, ratusan personel itu bakal mengawal agar proses pemungutan suara berjalan aman, tertib, dan kondusif. Pihaknya juga akan meminta tambahan personel dari Polda Sulsel serta dukungan pengamanan dari TNI untuk memperkuat penjagaan di titik-titik rawan.
"Kalau dari Polrestabes Makassar sendiri sekitar 400, nanti kami minta lagi dari Polda sekitar satu atau dua SSK (Satuan Setingkat Kompi). Nanti juga dari Pak Dandim akan menurunkan personelnya memantau di beberapa tempat secara bersama-sama," kata Arya di kantor Balaikota Makassar, Selasa (2/12/2025) malam.
Pemetaan Lokasi Rawan
Ia menjelaskan, saat ini telah dipetakan lokasi-lokasi yang membutuhkan penjagaan lebih ketat. Tak hanya polisi, Satpol PP juga akan dikerahkan untuk mendukung keamanan selama proses pemilihan berlangsung.
"Jadi kami dari Pak Walikota, Pak Dandim, Kapolres Pelabuhan juga dan Kesbangpol semua merapatkan besok pencoblosan RT dan situasi sampai saat ini masih kondusif," ujarnya.
Potensi Gesekan di TPS
Selain itu, sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) akan mendapatkan perhatian khusus. Berdasarkan data Polrestabes Makassar, beberapa lokasi memiliki karakteristik berbeda, mulai dari TPS yang hanya memiliki satu calon hingga TPS yang mencatat lebih dari tiga calon.
Arya menyebut bahwa lokasi dengan lebih banyak calon memang berpotensi menimbulkan gesekan, sehingga pengamanan lebih intensif perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
"Ada beberapa yang calonnya lebih dari tiga, lebih dari lima. Nah ini yang kami antisipasi, lalu kami juga mengantisipasi isu-isu yang ada di media sosial dan juga kemungkinan yang mungkin terjadi apabila ada calon tidak terpilih," ujar Arya.
Terkait lokasi pengamanan, pihak kepolisian menyebut hampir semua kecamatan dan kelurahan di Kota Makassar memiliki potensi kerawanan tersendiri. "Tapi rata-rata di setiap kecamatan kelurahan itu ada. Jadi kami akan tempatkan anggota di sana untuk mengantisipasi," beber dia.
Untuk wilayah yang selama ini dikenal rawan konflik atau tawuran antarwarga, seperti di Kecamatan Tallo, pihak kepolisian akan melakukan pengamanan khusus. "Kami juga mengantisipasi agar tidak ada isu-isu yang memprovokasi atau pihak-pihak yang memanfaatkan situasi tersebut," jelasnya.
Kolaborasi TNI dan Polisi
Sementara itu, Dandim 1408/Makassar, Letkol Kav Ino Dwi Setyo Darmawan, menegaskan bahwa TNI siap berkolaborasi penuh dengan kepolisian dan Satpol PP dalam menjaga kelancaran pemilihan RT/RW.
"Intinya kami akan mencakup titik-titik yang sekiranya diperlukan bantuan lebih dan potensi ada ancaman yang diperkirakan akan mengganggu jalannya pemilihan," ungkapnya.
TNI juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menentukan penempatan pasukan, terutama di lokasi-lokasi yang diprediksi menjadi titik berkumpulnya warga dalam jumlah besar. "Kami akan berkoordinasi lebih lanjut karena masih kami petakan kira-kira daerah mana yang perlu pengamanan lebih untuk kami backup," tutup dia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar