Pemilik WO Ayu Puspita Akan Jual Rumah Baru untuk Bayar Ganti Rugi Korban


JAKARTA, aiotrade
Seorang pemilik perusahaan jasa wedding organizer (WO) bernama Ayu Puspita akan menjual rumah barunya untuk mengganti kerugian para korban penipuan yang dilakukannya. Rumah tersebut baru saja dibeli dengan sistem kredit atau KPR. Namun, Ayu Puspita belum memberikan informasi lengkap mengenai lokasi rumah yang akan dijualnya.

“Saya hanya menyebutkan bahwa uang muka yang saya bayarkan cukup besar. Saat ini, saya sedang berusaha menjual rumah itu. Aset ini nantinya bisa digunakan sebagai pengembalian dana kepada korban,” ujar Ayu Puspita dalam sebuah video yang diterima aiotrade, dikutip Selasa (9/12/2025).

Menurut Ayu, masalah yang terjadi pada bisnis WO-nya baru pertama kali terjadi dengan pihak katering. Ia menegaskan bahwa selama ini tidak pernah ada kendala serius dalam penyediaan katering dan layanan lainnya.

“Pada akhirnya, kejadian yang bermasalah dengan katering itu memang baru terjadi sekali. Sebelumnya, kami selalu memenuhi kebutuhan katering, bahkan lebih dari yang dijanjikan,” kata Ayu.

Ia juga menjelaskan bahwa operasional usahanya selama ini bergantung pada pendapatan dari penjualan paket pernikahan berikutnya dan partisipasi di pameran pernikahan.

“Dulu, pembayaran untuk acara-acara berikutnya biasanya didapat dari penjualan paket. Dan juga dari kehadiran di pameran-pameran. Tapi saat ini, karena reputasi brand-nya seperti ini, saya merasa agak kesulitan,” tambahnya.

87 Korban Lapor Polisi
Sebelumnya, sebanyak 87 orang melaporkan Ayu Puspita atau PT APS ke Polres Metro Jakarta Utara atas dugaan penipuan dan penggelapan biaya resepsi pernikahan.

Kompol Onkoseno Grandiarso, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, mengatakan pola dugaan penipuan yang dialami korban berkaitan dengan paket pernikahan yang dijanjikan oleh WO namun tidak direalisasikan.

“WO ini menawarkan paket pernikahan, tetapi pada kenyataannya tidak memenuhi ketentuan yang disepakati,” kata Onkoseno saat dikonfirmasi, Senin (8/12/2025).

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz menyampaikan bahwa pihaknya telah mengamankan lima orang dari WO, termasuk karyawan, manajer, hingga pemilik Ayu Puspita.

“WO ini sudah menerima uang untuk melaksanakan acara pernikahan atau resepsi. Namun, pada hari H, acara tidak terlaksana sesuai kesepakatan,” ujar Erick, Senin.

Erick menambahkan bahwa penyidik kini sedang melakukan pemeriksaan terhadap para terlapor dan melakukan pendataan ulang terhadap puluhan korban lain yang terus datang ke kantor polisi.

“Setelah pemeriksaan selesai, akan dilakukan gelar perkara untuk naik ke penyidikan dan apakah bisa langsung ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Kronologi
Dugaan penipuan WO Ayu Puspita mulai terungkap setelah seorang perias pengantin mengunggah laporan mengenai pernikahan bermasalah di Jakarta Barat dan Jakarta Utara, Sabtu (6/12/2025).

“Ada beberapa acara yang diadakan hari Sabtu itu, dan ternyata bermasalah. Katering makanannya tidak datang, hanya dekorasi saja,” ujar salah seorang korban, Tamay (26), saat dihubungi aiotrade, Minggu (7/12/2025).

Unggahan tersebut memicu perhatian warganet. Sejumlah orang yang mengaku sebagai korban lain kemudian memenuhi kolom komentar dan berkoordinasi melalui grup WhatsApp untuk menyamakan informasi.

Dari hasil diskusi, para korban menduga WO menawarkan paket layanan yang serupa dan menggiurkan kepada banyak pasangan, sehingga menarik banyak pesanan dalam waktu bersamaan.

Pemilik WO Ayu Puspita telah dibawa ke Mapolres Jakarta Utara bersama sejumlah korban yang ingin mendapatkan penjelasan terkait dugaan penipuan tersebut.

“Ini semua sudah di Polres Jakarta Utara. Termasuk owner-nya, semuanya, marketingnya. Mereka berkelit. Pokoknya enggak jelas lah, kami enggak dapat titik terangnya,” ujar Tamay.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan