Pemkab Bandung Juara Detik Jabar Awards 2025 dengan Inovasi Pengendalian Inflasi Ki Pinter Bedas

Pemkab Bandung Juara Detik Jabar Awards 2025 dengan Inovasi Pengendalian Inflasi Ki Pinter Bedas

Inovasi Pemkab Bandung dalam Pengendalian Inflasi dan Peningkatan Ekonomi Lokal

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung berhasil meraih penghargaan Detik Jabar Awards 2025 berkat inovasinya dalam mengendalikan inflasi dan meningkatkan ekonomi lokal melalui program Kios Pengendalian Inflasi Terintegrasi di Kabupaten Bandung Bedas (Ki Pinter Bedas). Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas upaya nyata yang dilakukan oleh Pemkab Bandung dalam menangani isu ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna pada malam hari, 10 Desember 2025 di Hotel Salak Heritage, Kota Bogor. Dalam kesempatan itu, Kang DS—sapaan akrab Bupati Bandung—menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program Ki Pinter Bedas.

"Inovasi ini adalah bukti nyata bahwa dengan kolaborasi dan kerja sama yang solid, kita dapat mengatasi tantangan ekonomi dan menjaga stabilitas harga bagi masyarakat," ujarnya.

Fokus pada Penurunan Inflasi dan Penguatan Ekonomi Lokal

Program Ki Pinter Bedas tidak hanya berfokus pada penurunan inflasi, tetapi juga pada penguatan ekonomi lokal dan perlindungan konsumen. Dengan mengintegrasikan fungsi pengawasan harga, ketersediaan bahan pokok, serta sistem peringatan dini (Early Warning System), Ki Pintar Bedas menjadi barometer pasar yang mampu memotong mata rantai pasokan yang seringkali menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga barang.

Kolaborasi antara Bulog, distributor/BUMN, Bank Indonesia, pedagang pasar, serta champion pertanian dan gapoktan telah membantu program ini dalam menstabilkan harga dan memastikan harga jual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Dengan Ki Pinter Bedas, kami memastikan bahwa produk-produk yang dijual di kios ini datang dengan harga yang lebih terjangkau, bahkan di bawah HET atau harga petani. Ini adalah upaya nyata kami untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan ekonomi lokal,” kata Kang DS menjelaskan.

Dampak Positif yang Terukur

Program Ki Pinter Bedas sudah menunjukkan dampak positif yang terukur, yakni dengan menghasilkan penurunan inflasi dari 4,5 persen menjadi 2,24 persen. Hal ini membuat program ini layak mendapatkan penghargaan Detik Jabar Awards 2025.

Program ini memenuhi semua kriteria penilaian, termasuk inovasi, dampak, keaktifan, dan inspirasi. Ki Pinter Bedas terbukti tidak hanya sebagai solusi pengendalian inflasi, tetapi juga sebagai model kolaborasi yang menghubungkan pemerintah daerah, BUMD, BUMN, dan Bank Indonesia untuk stabilitas ekonomi makro di tingkat daerah.

Kolaborasi yang Menjadi Kunci Keberhasilan

Beberapa faktor utama yang menjadi kunci keberhasilan Ki Pinter Bedas antara lain:

  • Kolaborasi lintas sektor: Kerja sama antara pemerintah daerah, BUMN, BUMD, dan instansi terkait seperti Bank Indonesia.
  • Sistem pengawasan harga: Memastikan ketersediaan bahan pokok dan harga yang stabil.
  • Sistem peringatan dini: Membantu mengantisipasi potensi kenaikan harga atau kelangkaan barang.
  • Pengembangan ekonomi lokal: Mendukung para petani dan UMKM melalui harga yang lebih terjangkau dan transparan.

Kesimpulan

Keberhasilan Pemkab Bandung dalam menghadirkan program Ki Pinter Bedas menunjukkan bahwa inovasi dan kolaborasi bisa menjadi solusi nyata untuk masalah ekonomi yang kompleks. Program ini tidak hanya membantu masyarakat dalam menghadapi inflasi, tetapi juga memberikan dorongan kuat untuk pengembangan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan. Dengan pendekatan yang terarah dan komprehensif, Ki Pinter Bedas menjadi contoh yang baik bagi daerah-daerah lain dalam menghadapi tantangan ekonomi.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan