Pemkot Makassar Yakin Capai Target Belanja Akhir Tahun

Pemkot Makassar Yakin Capai Target Belanja Akhir Tahun

Capaian Belanja Pemerintah Kota Makassar pada Desember 2025

Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Makassar mencatat bahwa capaian belanja pada Desember 2025 masih berada di angka 62 persen. Angka ini menunjukkan bahwa beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) masih tertinggal dalam realisasi pengeluaran anggaran. Bahkan, sejumlah OPD mengalami keterlambatan yang signifikan, dengan capaian di bawah 50 persen.

Salah satu contohnya adalah Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman yang hanya mencapai di bawah 40 persen. Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) juga mengalami keterlambatan serupa. Kepala BPKAD Makassar, M Dakhlan, menjelaskan bahwa biasanya capaian belanja mengalami progres signifikan menjelang akhir tahun. Namun, situasi ini tidak sepenuhnya terjadi pada beberapa OPD.

Biasanya kan di akhir tahun pembayarannya. Utamanya OPD besar seperti PU dan Dinas Perumahan, prosesnya masih berjalan sampai akhir tahun, ujar Dakhlan, Jumat (12/12/2025).

Pemerintah Kota Makassar, yang dipimpin oleh Wali Kota Munafri Arifuddin, memiliki target realisasi belanja sebesar 85 persen. Target ini sama dengan tahun lalu, dan pihaknya berharap dapat tercapai tahun ini.

Wali Kota Munafri Arifuddin menyatakan optimisme bahwa target belanja dapat dicapai. Ia menekankan bahwa capaian serapan OPD akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan perencanaan anggaran di tahun berikutnya. Menurutnya, target ke depan tidak boleh lagi menunggu bulan dua atau tiga, melainkan prosedur harus jalan lebih dini.

Munafri juga menyebut bahwa tahun ini terjadi transisi pemerintahan, sehingga banyak penyesuaian dilakukan selama beberapa bulan. Penyesuaian tersebut mencakup perubahan RPJMD, perintah efisiensi, hingga perubahan kegiatan.

Beberapa program yang direncanakan untuk dipercepat pelaksanaannya antara lain proyek revitalisasi Lapangan Karebosi. Menurut Munafri, proyek ini sangat penting karena kawasan tersebut merupakan ruang interaksi utama masyarakat Makassar. Ia menegaskan bahwa proses legal administrasi telah selesai, dan rencana tender dini harus dilakukan agar proyek bisa segera berjalan.

Sayang sekali kalau Karebosi tidak dikerjakan. Proyek sebagus itu terlantar? Dulu tempat ini ramai dan bermanfaat. Sekarang kewajiban kita untuk membuat Karebosi bisa cepat dipakai lagi sebagai ruang interaksi warga, tutupnya.

Tantangan dan Harapan di Akhir Tahun

Realisasi belanja yang masih di bawah target menunjukkan adanya tantangan dalam pengelolaan anggaran. Meskipun demikian, pihak pemerintah tetap berkomitmen untuk memperbaiki proses dan meningkatkan efisiensi. Selain itu, ada harapan bahwa proyek-proyek strategis seperti revitalisasi Karebosi dapat segera diwujudkan.

Tidak hanya itu, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk memastikan realisasi belanja sesuai target. Misalnya, peningkatan koordinasi antar OPD, peningkatan transparansi dalam penggunaan anggaran, serta pengembangan sistem pelaporan yang lebih efektif. Dengan demikian, diharapkan capaian belanja tidak hanya mencapai target, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan