
Penanganan Banjir dan Efisiensi Anggaran di Kota Singkawang
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengungkapkan bahwa dalam upaya efisiensi anggaran 2026, kebijakan ini tidak hanya berlaku di Kota Singkawang, tetapi secara nasional. Ia menekankan bahwa langkah yang dapat dilakukan adalah mencari tambahan anggaran melalui berbagai sumber, seperti kementerian, DPR RI, DPRD Provinsi, Gubernur, hingga Corporate Social Responsibility (CSR). Hal ini disampaikannya pada Jumat, 12 Desember 2025.
Tjhai Chui Mie juga menyampaikan bahwa program-program penting yang terpotong dalam anggaran akan diperjuangkan. "Kita sampaikan langsung kepada kementerian terkait bahwa program tersebut sangat dibutuhkan," ujarnya.
Selama beberapa waktu terakhir, ia telah melakukan pertemuan dengan Menteri PU. "Beliau menerima kita dengan sangat baik, membaca proposal satu per satu, bertanya mana yang paling mendesak, dan kita juga menjelaskan secara rinci," kata Tjhai Chui Mie. Selain itu, ia juga sedang mendorong pendanaan melalui PT SMI dan rencana peminjaman dari Bank Kalbar sebagai bentuk kolaborasi.
Setelah sumber pendanaan berhasil diupayakan, langkah berikutnya adalah menentukan prioritas, yaitu pertama-tama penanganan banjir. Dalam hal ini, ia menyampaikan rasa syukur bahwa Kota Singkawang belum terdampak banjir meskipun daerah lain seperti Pontianak, Mempawah, Tebas, dan Pemangkat mengalami banjir.
"Kita bersyukur tahun ini Kota Singkawang tidak terdampak banjir, sementara daerah sekitar seperti Pontianak, Mempawah, Tebas, dan Pemangkat mengalami banjir. Artinya pembangunan saluran di Singkawang cukup berhasil," ujarnya. Namun, ia menegaskan bahwa kewaspadaan tetap harus dijaga, terutama terhadap potensi kenaikan air dan ombak bagi warga yang tinggal di kawasan pantai dan sungai.
Melihat kondisi tersebut, Tjhai Chui Mie menyampaikan bahwa Pemerintah Kota dan seluruh OPD serta ASN akan bekerja maksimal. "Kesulitan apa pun akan kami upayakan penyelesaiannya sebaik mungkin. Harapan kami, hasil kerja ini dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat Kota Singkawang yang saya cintai dan banggakan," katanya.
Ia meminta kepada seluruh jajaran, termasuk Sekda, untuk bekerja dengan semangat dan strategi yang jelas. "Strategi sangat penting, demikian juga pendelegasian tugas di setiap dinas, termasuk menjalin kerja sama dengan organisasi atau pihak mana pun yang ingin membantu. Dengan begitu, pekerjaan dapat berjalan lebih cepat," jelasnya.
Menurut Tjhai Chui Mie, untuk mencapai keberhasilan tentunya diperlukan adanya kerja sama tim yang baik. "Saya selalu sampaikan bahwa tidak ada manusia yang hebat sendirian. Yang hebat adalah super teamkerja sama yang solid, dengan tujuan, visi, dan misi yang sama," tutupnya.
Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemerintah Kota Singkawang
-
Peningkatan Keterlibatan Stakeholder
Wali Kota Singkawang aktif berkoordinasi dengan berbagai instansi pemerintah dan lembaga swasta untuk memperoleh pendanaan tambahan. Pertemuan dengan Menteri PU menjadi salah satu contoh dari upaya ini. -
Pengambilan Keputusan Berdasarkan Prioritas
Setelah sumber pendanaan terpenuhi, fokus utama adalah menentukan prioritas proyek. Penanganan banjir menjadi prioritas utama, karena dampaknya sangat signifikan terhadap masyarakat. -
Peningkatan Kesadaran Masyarakat
Meskipun saat ini Kota Singkawang belum terkena banjir, Wali Kota tetap meminta warga untuk waspada, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir. -
Kolaborasi dengan Pihak Luar
Pemerintah Kota berupaya menjalin kerja sama dengan pihak luar, seperti PT SMI dan Bank Kalbar, untuk mendapatkan dukungan finansial dan teknis. -
Kerja Sama Tim yang Solid
Wali Kota menekankan pentingnya kerja sama antarinstansi dan pegawai. Menurutnya, keberhasilan tidak bisa dicapai tanpa adanya komitmen dan koordinasi yang baik.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar