
Proyek Saluran dan Rumah Pompa sebagai Solusi Pengendalian Banjir di Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, telah menjadikan proyek pembangunan saluran dan rumah pompa sebagai solusi utama dalam mengatasi titik genangan di Kota Pahlawan. Dalam rangka memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, Pemkot Surabaya pada tahun 2025 berhasil menyelesaikan puluhan lokasi yang sebelumnya sering tergenang air.
Infrastruktur pengendalian banjir menjadi salah satu program prioritas Pemkot Surabaya untuk tahun ini. Eri Cahyadi menjelaskan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan saluran dan sistem drainase berdampak signifikan dalam mengurangi jumlah titik genangan di kota tersebut.
"Kami berharap masyarakat semakin merasakan kehadiran pemerintah," ujar Wali Kota Eri Cahyadi. Ia juga menyampaikan harapan agar warga dapat memberikan dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan proyek pembangunan saluran air baru.
Selama tahun 2025, Pemkot Surabaya telah membangun saluran drainase di 233 lokasi dengan total panjang mencapai 56.365 meter atau sekitar 56,36 kilometer. Beberapa ruas yang telah dikerjakan antara lain:
- Saluran Jalan Karah sisi barat (1.096 meter)
- Jalan Raya Kedung sisi barat RW 3 (883 meter)
- Jalan Raya Pagesangan (630 meter)
- Outlet Raya Sambikerep (850 meter)
- Siwalankerto Timur sisi timur (900 meter)
Selain itu, Pemkot juga menyelesaikan pembangunan saluran Diversi Taman Cahaya-Jalan Raya Pakal (425 meter), Saluran Jalan Gayungsari Barat X (1.102 meter), Lebak Permai III (528 meter), Tambak Wedi Jaya III (940 meter), serta Jalan Jemursari II (570,90 meter).
Menurut Wali Kota, pembangunan saluran tersebut berhasil mengantisipasi sejumlah titik genangan. "Berbagai upaya tersebut berkontribusi terhadap penurunan jumlah titik genangan hingga 38 lokasi," katanya.
Saat ini, Pemkot Surabaya sedang mempercepat penyelesaian proyek-proyek drainase. Proyek ini dilakukan di sejumlah kawasan yang sebelumnya sering terendam banjir. Salah satunya adalah kawasan Pakal, yang selama puluhan tahun sering tergenang air. Setelah sistem drainase diperbaiki, kawasan ini dinilai lebih aman.
Eri Cahyadi menyampaikan percepatan tersebut dilakukan agar seluruh pekerjaan rampung sebelum puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Januari-Februari 2026. Untuk tahun ini, Pemkot Surabaya akan memprioritaskan pembangunan drainase di wilayah Sukomanunggal.
DPRD Kota Surabaya mendukung percepatan penyelesaian proyek tersebut. Wakil Ketua DPRD Fathoni menegaskan bahwa pengendalian banjir masih menjadi pekerjaan besar yang tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Menurutnya, Surabaya belum selesai dalam pengendalian banjir pada tahun 2025 dan rencana pembangunan akan dilanjutkan hingga tahun 2026.
"Baik pengendalian banjir di kawasan permukiman melalui u-ditch yang akan dibangun tahun depan maupun saluran-saluran besar termasuk rumah-rumah pompa," jelas Fathoni.
Ia menilai kondisi geografis Surabaya yang berada di wilayah cekungan menjadi tantangan tersendiri. Aliran air dari daerah dataran tinggi seperti Malang dan Sungai Brantas bermuara ke Surabaya, ditambah potensi pasang air laut yang kerap diperingatkan BMKG.
Meski demikian, Fathoni mengapresiasi perbaikan kondisi di sejumlah kawasan yang sebelumnya rutin terdampak banjir. Menurutnya, program pengendalian banjir yang dijalankan Pemkot Surabaya menunjukkan hasil positif.
"Alhamdulillah di beberapa tempat yang dulu langganan banjir itu kemarin sudah tidak ada."
"Artinya, program pengendalian banjir yang dikebut selama ini sudah terbukti efektivitasnya meskipun belum 100 persen," ujarnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar