Pemprov Papua Pegunungan Gelar Pelatihan Digital dan Jurnalistik untuk OAP

Pemprov Papua Pegunungan Gelar Pelatihan Digital dan Jurnalistik untuk OAP

Peningkatan Kapasitas SDM Orang Asli Papua Melalui Pelatihan Digital dan Jurnalistik

Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Orang Asli Papua (OAP), khususnya di bidang informasi dan media. Hal ini disampaikan oleh Plt Sekretaris Daerah Papua Pegunungan, Damianus W. Siep, saat membuka Pelatihan Kreatif Digital dan Dasar Jurnalistik bagi OAP di Grand Balim Hotel, pada Jumat (12/12/2025).

Dalam sambutannya, Damianus mengungkapkan bahwa Papua Pegunungan sering kali dikenal dengan berbagai stigma seperti terluar, termiskin, dan termahal. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menghapus label tersebut melalui peningkatan kapasitas generasi muda.

Kita berusaha menipis kata-kata ter itu. Kita siapkan potensi adik-adik ini supaya punya kemampuan menyimak, merekam, dan mengolah informasi dengan baik, ujarnya.

Damianus meminta peserta yang sebagian besar adalah pemuda OAP agar tidak berjalan sendiri, tetapi membangun kolaborasi dengan wartawan senior yang sudah berpengalaman. Menurutnya, para peserta harus belajar dari wartawan-wartawan senior agar bisa tampil lebih hebat.

Mereka harus belajar dari wartawan-wartawan senior supaya bisa tampil lebih hebat. Kita tidak boleh kalah dengan teman-teman di luar. Mereka harus bersaing dan punya kemampuan jurnalistik mumpuni, katanya.

Ia menekankan pentingnya generasi muda Papua terlibat langsung dalam penyajian informasi perkembangan pembangunan di daerahnya sendiri. Menurutnya, wartawan memiliki peran sebagai mata, telinga, dan mulut pemerintah.

Wartawan adalah mata, telinga, dan mulut pemerintah, katanya.

Plt Sekda juga menyoroti masih minimnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang aktif menyampaikan informasi program dan kinerja kepada publik. Menurutnya, wartawan memiliki peran strategis dalam memperbaiki kondisi tersebut.

Kalau OPD tidak menyajikan informasi, wartawan harus menyampaikan kepada pimpinan. Wartawan ini tangan, telinga, dan mulut pemerintah. Kalau informasi tidak jalan, kita ketinggalan jauh, tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan yang telah dilakukan pemerintah seringkali tidak diketahui publik karena kurangnya publikasi. Damianus menjelaskan bahwa banyak yang telah dibuat, tetapi karena tidak diberitakan, akhirnya orang luar menganggap Papua Pegunungan ini rawan, daerah merah, dan perang terus. Padahal, menurutnya, hal tersebut tidak benar.

Sudah banyak yang dibuat, tapi karena tidak diberitakan, akhirnya orang luar anggap Papua Pegunungan ini rawan, daerah merah, perang terus. Padahal tidak ada apa-apa. Ini karena informasi tidak disampaikan keluar, jelasnya.

Damianus juga mengingatkan agar peserta dan para wartawan menyampaikan informasi yang benar, berimbang, dan positif, bukan berdasarkan kepentingan politik ataupun bisnis. Menurutnya, informasi yang disampaikan harus menjadi penting bagi publik, terutama bagi anak-anak daerah sendiri supaya tahu bahwa Papua Pegunungan sudah berkembang.

Informasi yang disampaikan itu bukan kepentingan politik, bukan untuk ego. Tapi informasi penting bagi publik, terutama bagi anak-anak daerah sendiri supaya tahu bahwa Papua Pegunungan sudah berkembang, katanya.

Pelatihan ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk membangun ekosistem media lokal yang kuat, profesional, dan mampu bersaing secara nasional. Damianus berharap para peserta nantinya dapat menjadi ujung tombak penyebaran informasi pembangunan di Papua Pegunungan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan