
Pemuda Papua Berkumpul untuk Membangun Persatuan dan Harapan Baru
Di Kota Jayapura, hotel Suni Abepura menjadi tempat bersejarah bagi para pemuda Papua. Di sini, rapat koordinasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda/KNPI se-Tanah Papua resmi dibuka pada Selasa (2/11/2025). Acara ini menjadi momen penting dalam membangun kembali semangat persatuan yang sempat terpecah akibat dinamika politik dan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).
Tema utama rakor kali ini adalah "Satukan Pemuda Untuk Indonesia Maju dan Bermartabat." Dengan mengusung tema ini, diharapkan dapat menjadi jembatan antara berbagai kelompok pemuda yang sebelumnya terpisah oleh perbedaan pandangan.
Kehadiran para peserta tidak hanya terbatas pada anggota KNPI saja, tetapi juga dihadiri oleh organisasi kemasyarakatan (OKP) bersejarah seperti Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Kehadiran mereka menunjukkan komitmen besar dalam memperkuat ikatan kebangsaan yang sempat terganggu.
Ketua DPD KNPI Provinsi Papua, Benyamin Gurik, menyatakan bahwa pelaksanaan rakor ini muncul dari rasa keprihatinan. Ia mengakui bahwa setelah Pilkada lalu, para pemuda belum pernah duduk bersama untuk membicarakan pembangunan.
Gubernur Papua, Mathius Fakhiri, memberikan apresiasi tinggi kepada para pemuda KNPI. Ia menilai mereka sebagai calon-calon pemimpin masa depan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran pemuda sebagai kekuatan moral dan sosial yang mampu menyatukan serta menginspirasi.
"Ingat. Kalian adalah masa depan bangsa, masa depan Papua. Kalian harus bersatu agar bisa membantu pemerintah mewujudkan Transformasi Papua yang maju dan bermartabat, Papua Cerah: Cerdas, Sejahtera dan Harmonis," ujarnya.
Fakhiri juga menantang generasi muda Papua untuk berani menolak tiga jurang kehancuran, yaitu Miras, Seks Bebas, dan Narkoba. Harapannya adalah semangat persatuan yang mengantarkan Indonesia pada kemerdekaan harus terus membara, menjadikan pemuda Papua sebagai agen pemersatu bangsa.
Di tengah retorika persatuan, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menyampaikan kritik tajam. Sebagai tuan rumah, ia menegaskan peran vital pemuda dengan menyebut KNPI sebagai "tulang punggung negara, tulang punggung bangsa dan tulang punggung Tanah Papua."
Rollo mendesak pengurus KNPI untuk segera menuntaskan potensi perpecahan internal yang dapat merusak citra organisasi. Ia menegaskan, "Jangan sampai ada dualisme di tubuh organisasi kepemudaan ini." Ia khawatir, "Nanti kami sebagai pemerintah bingung. Mana yang mau dibantu. Untuk itu saya berharap kedepan KNPI hanya satu."
Perhatian ABR, sapaan akrabnya, kemudian bergeser pada isu nasionalisme dan penentuan waktu strategis. Rollo menyarankan agar agenda besar pemuda seperti Rakor ini, ke depannya, diselenggarakan berdekatan dengan Hari Sumpah Pemuda atau 1 Desember, sebagai penegasan dukungan total terhadap NKRI.
Ia menegaskan pentingnya kesatuan ideologi di tengah wilayah yang tengah mengalami dinamika DOB. Pesannya mengenai kedaulatan tak terbantahkan, memanggil para pemuda untuk mengukuhkan tekad.
"Supaya jangan sampai kita di tanggal 1 itu ada pikiran-pikiran yang terlalu macam-macam. Kita adalah negara kesatuan Republik Indonesia," katanya.
"Saya berharap untuk bendera merah putih kita kibarkan dari ombak putih-putih sampai gunung biru – biru. Ditegaskannya tidak ada bendera yang lain," tukasnya, menyiratkan pesan bagi semua.
Setelah pembacaan Deklarasi Pemuda Indonesia yang mengawali Rakor, energi dan harapan besar kini diletakkan pada hasil pertemuan yang berlangsung hingga 4 Desember 2025. Di akhir diskusi, para pemuda akan merayakan kebersamaan dalam momentum yang sakral, yaitu Perayaan Natal bersama.
Di pekan-pekan Adven, pekan penantian kelahiran Kristus, Abisai Rollo mengajak seluruh peserta untuk melaksanakan Rakor ini dengan sepenuh hati. Ia seraya merayakan Natal dengan "penuh rasa persaudaraan, dengan penuh rasa damai dan Sejahtera."
Pertemuan ini menjadi penanda, bahwa terlepas dari segala tantangan, pemuda Papua memilih untuk "saling bergandengan tangan untuk bersatu padu menjadi harapan bangsa dan negara dan menjadi harapan Tanah Papua."
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar