
Perbaikan Jalan Putus di Srikeminut, Bantul Masih Berlangsung
Pengerjaan perbaikan jalan putus dan aliran Sungai Oya di jalur wisata Srikeminut, Kalurahan Sriharjo, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul masih berjalan dengan progres sekitar 30-40 persen. Proses ini dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Bantul. Targetnya, pembangunan dan perbaikan jalan tersebut akan selesai sebelum akhir tahun 2025.
Jalan yang menghubungkan antara Padukuhan Wunut dan Sompok itu putus serta tebing Sungai Oya longsor pada Jumat (21/11/2025). Hal ini menyebabkan akses ke wilayah tersebut terganggu. Untuk mengatasi masalah tersebut, DPUPKP Kabupaten Bantul melakukan beberapa langkah penanganan sementara dan permanen.
Kepala DPUPKP Kabupaten Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan rekayasa aliran sungai agar air dapat mengalir ke tengah. Ia juga menambahkan bahwa proses pengamanan sungai dan pembentukan rekayasa aliran sudah dilakukan. Selanjutnya, bronjong akan dipasang di antara tebing jalan dan aliran sungai.
"Kemarin kami melakukan pengamanan sungai dan pembentukan rekayasa sungai dan kita susun rapi dulu. Nanti, setelah itu dipasang bronjong (di antara tebing jalan dan aliran sungai)," katanya, Jumat (12/12/2025).
Dalam proses pengerjaan, Jimmy mengakui ada beberapa hambatan. Namun, pihaknya melakukan sejumlah langkah antisipasi bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sejumlah pihak lain dalam waktu 24 jam.
Tantangan dan Langkah Penanganan
Proses pengerjaan ini tergolong masih cukup lama. Namun, pihaknya memastikan bahwa seluruh pengerjaan tersebut akan rampung sebelum akhir tahun 2025. Jimmy menjelaskan bahwa untuk penanganan jalan putus telah ditimbun. Meski begitu, hal tersebut tidak menjadi jalan utama karena penanganannya bukan permanen.
"Kami koordinasi bersama UGM untuk penanganan permanennya gimana," jelasnya.
Sampai saat ini, DPUPKP Kabupaten Bantul masih memikirkan bagaimana penanganan permanen di jalur tersebut. Sejauh ini, masih ada dua opsi tindakan penanganan permanen yang belum bisa dipastikan. Apakah jalan utama tetap di situ atau apakah ada jembatan yang dialihkan ke sisi kaki bukit.
"Putusannya enggak secepat itu. Musim hujan ini kan belum mencapai puncaknya, jadi masih cemas gitu," tutur Jimmy.
Proses Pengerukan dan Pemasangan Bronjong
Senada dengan Jimmy, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin, menyebut bahwa proses pengerukan sedimentasi pada bekas longsoran dan mulai pemasangan bronjong atau anyaman kawat besi untuk mengikat batu guna penahan tebing Sungai Oya masih berlangsung.
"Nanti, bersamaan dengan itu, tebing sungai sudah dibronjong. Nanti tanah yang longsor sudah diurug. Target nanti sebelum Natal sudah selesai, sehingga nanti paling tidak warga merasa aman terkait dengan kondisi yang di Srikeminut," katanya.
Tantangan dan Proses Pengerjaan
Meskipun proses pengerjaan sedang berlangsung, masih ada beberapa tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah cuaca yang masih dalam musim hujan. Hal ini membuat pihak terkait tetap waspada terhadap kemungkinan longsoran lanjutan. Oleh karena itu, pihak DPUPKP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah terus memantau kondisi secara berkala.
Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk universitas dan lembaga terkait, untuk memastikan solusi jangka panjang dapat diterapkan. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat kembali menggunakan jalur tersebut dengan aman dan nyaman.
Kesimpulan
Perbaikan jalan putus di Srikeminut, Bantul, masih berlangsung dengan progres sekitar 30-40 persen. Target penyelesaian diharapkan selesai sebelum akhir tahun 2025. Proses pengerjaan melibatkan berbagai pihak, termasuk universitas dan lembaga terkait, untuk memastikan solusi jangka panjang dapat diterapkan. Sampai saat ini, pihak terkait masih mempertimbangkan beberapa opsi penanganan permanen untuk memastikan keamanan dan kelancaran akses masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar