
Upaya Pemulihan Jaringan Komunikasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat
Bencana banjir besar dan longsor yang melanda kawasan Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November telah menyebabkan isolasi sejumlah wilayah. Untuk mengatasi situasi ini, dua operator seluler besar di Indonesia, XLSMART dan Telkomsel, terus berupaya mempercepat pemulihan jaringan komunikasi. Tujuannya adalah memastikan layanan tetap tersedia bagi warga, tim evakuasi, serta pemerintah dalam menangani situasi darurat.
XLSMART: 691 BTS Terdampak, Tim Bekerja 24 Jam
XLSMART melaporkan bahwa sebanyak 691 Base Transceiver Station (BTS) terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Rinciannya adalah sebagai berikut:
- Aceh: 538 BTS di Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang
- Sumatera Utara: 120 BTS di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga
- Sumatera Barat: 33 BTS di Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Solok
Regional Group Head XLSMART West Region, Desy Sari Dewi, menjelaskan bahwa tim teknis bekerja tanpa henti untuk menjaga jaringan tetap hidup. Meski akses ke lokasi terbatas, medan terputus akibat longsoran, banyak area masih tergenang, dan pasokan BBM untuk genset terbatas, upaya perbaikan terus dilakukan agar masyarakat tetap bisa berkomunikasi, terutama untuk kebutuhan darurat.
Desy menambahkan bahwa beberapa wilayah prioritas sudah mulai pulih berkat mobilisasi genset tambahan serta pengalihan rute jaringan. Hal ini menjadi bukti komitmen XLSMART dalam mendukung kebutuhan masyarakat saat bencana.
Telkomsel Pulihkan 76,5 Persen Layanan Seluler dan 79,7 Persen Layanan IndiHome
Di sisi lain, Telkomsel mencatat perkembangan signifikan dalam pemulihan layanan. Hingga 1 Desember 2025, perusahaan melaporkan telah memulihkan 76,5 persen site seluler (5.851 dari 7.640 site) dan 79,7 persen layanan IndiHome (422.551 dari 530.502 line).
Pemulihan dilakukan melalui integrasi tim Telkomsel dan Telkom Group dengan beberapa langkah strategis, termasuk mobilisasi 346 personel teknis, penempatan genset tambahan, pengalihan rute backbone dan jalur transmisi, penggelaran BTS mobile di area kritikal, serta penggunaan perangkat alternatif untuk bypass akses yang rusak.
Capaian pemulihan Telkomsel per provinsi antara lain:
- Aceh: 36% site seluler pulih, 41,2% IndiHome pulih
- Sumatera Utara: 90% site seluler pulih, 93,3% IndiHome pulih
- Sumatera Barat: 94% site seluler pulih, 93,3% IndiHome pulih
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengapresiasi percepatan pemulihan layanan tersebut. Ia menekankan bahwa konektivitas adalah layanan vital dalam kondisi darurat. Kolaborasi antar pihak penting agar masyarakat di daerah bencana tetap mendapatkan akses informasi.
Program Paket Siaga Peduli Sumatera dan Posko Layanan Pelanggan
Untuk mendukung komunikasi selama masa tanggap darurat, Telkomsel juga menghadirkan Paket Siaga Peduli Sumatera yang dapat diaktifkan gratis via UMB 88820#. Paket ini menyediakan pilihan 3 GB data untuk 7 hari atau 300 menit telepon + 1.000 SMS ke semua operator.
Selain itu, Telkomsel membuka sekitar 100 posko layanan pelanggan di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Posko ini menyediakan telepon & SMS gratis, penggantian kartu tanpa biaya, lenyesuaian tagihan pelanggan terdampak, penggantian ONT & STB untuk pelanggan IndiHome, WiFi darurat di posko tanggap bencana, serta dukungan layanan Telkomsel Orbit dan Indihome 3P untuk instansi penyelamat.
Logistik dan Perangkat Satelit untuk Wilayah Terisolasi
Telkom Group juga mengirim logistik melalui jalur darat, laut, dan udara. Selain itu, 120 unit perangkat satelit (VSAT, Starlink Business Service, Internet Merah Putih) dipasang untuk memastikan wilayah terisolasi tetap terhubung.
Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyatakan bahwa perusahaan akan terus stand by untuk memastikan layanan pulih sepenuhnya. Ini merupakan komitmen Telkomsel dalam mendukung masyarakat dan instansi terkait dalam menghadapi bencana alam.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar