
Pencarian Hari ke-sembilan terhadap 3 WNA Spanyol yang Hilang
Pencarian terhadap tiga warga negara asing (WNA) Spanyol yang hilang setelah kapal mereka tenggelam di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, memasuki hari ke-sembilan. Meski hasil pencarian hingga saat ini masih nihil, upaya penyelamatan tetap dilanjutkan dengan harapan korban bisa ditemukan secepatnya.
Pada Sabtu, 3 Januari 2026, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran di sekitar pulau-pulau terdekat, termasuk Pulau Padar. Upaya ini melibatkan berbagai alat canggih seperti drone thermal, hidronav, dan disnav untuk memperluas area pencarian. Selain itu, penyelaman juga dilakukan untuk mencari kemungkinan keberadaan korban di bawah permukaan laut.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa hingga pukul 11.30 WITA, Tim SAR Gabungan masih aktif melakukan pencarian. “Tim SAR Gabungan hari ini masih terus berfokus melaksanakan penyisiran di pulau-pulau terdekat dari Pulau Padar, pelaksanaan penyelaman, dan penurunan Disnav dan Hidronav serta pengerahan drone thermal,” jelasnya.
Keterlibatan Berbagai Pihak dalam Operasi Pencarian
Sebanyak 58 personil dari berbagai instansi terlibat dalam operasi pencarian ini. Mereka menggunakan 11 kapal yang berasal dari Basarnas, TNI/Polri, KSOP Labuan Bajo, Searider Gakum Kementerian Kehutanan, serta speedboat wisata anggota Grahawisri Labuan Bajo. Setiap kapal memiliki area pencarian masing-masing, mulai dari KN Puntadewa 250 hingga RIP 500 PK POS SAR Labuan Bajo.
Luas area pencarian yang digarap oleh Tim SAR Gabungan adalah sebagai berikut:
- KN Puntadewa 250: 15,4 NM
- Sea Raider KSOP Labuan Bajo: 12,6 NM
- Sea Raider Lanal Labuan Bajo: 11 NM
- RIP 500 PK POS SAR Labuan Bajo: 7,5 NM
- HIDRONAV: 4,50 NM
- Sea Raider Polairud Labuan Bajo: 5,55 NM
- DISNAV: 6,0 NM
Selain upaya teknis, masyarakat setempat juga turut berpartisipasi dalam proses pencarian. Istri dan keluarga korban menggelar doa di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, sementara Umat Keuskupan Labuan Bajo mengadakan doa Rosario dan malam seribu lilin agar korban dapat ditemukan.
Ritual Adat dan Harapan Masyarakat
Pada pagi hari, Tetua Adat Suku Bajo menggelar ritual adat di perairan Pulau Padar. Salah satu tetua adat meletakkan sirih pinang dan sebatang rokok di perairan tersebut sebagai bentuk doa agar ketiga WNA Spanyol yang hilang bisa segera ditemukan. Ritual ini disaksikan oleh pejabat daerah setempat dan Tim SAR Gabungan yang sedang melakukan pencarian.
Ritual adat ini menjadi simbol kepercayaan masyarakat akan kekuatan spiritual dalam membantu proses pencarian. Meski hasilnya belum membuahkan keberhasilan, semangat dan komitmen untuk menemukan korban tetap tinggi.
Penutup
Operasi pencarian terhadap tiga WNA Spanyol yang hilang di perairan Labuan Bajo akan terus berlangsung hingga masa perpanjangan operasi berakhir. Meski hasilnya masih nihil, upaya yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dan partisipasi masyarakat memberikan harapan bahwa korban bisa ditemukan secepatnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar