Pencuri Motor Kajang yang Kecanduan Narkoba Spesialis Celengan Masjid

Pencuri Motor Kajang yang Kecanduan Narkoba Spesialis Celengan Masjid

Penangkapan Pencuri Spesialis Celengan Masjid di Bulukumba

Di bawah remang lampu jalan, Tim Resmob Polres Bulukumba yang dipimpin langsung oleh Dantim Aiptu Muhammad Usman, bergerak mengepung mangsa. Target mereka adalah SD alias Ceceng (35), seorang 'petani' asal Desa Sapanang yang selama berbulan-bulan menjadi bayang-bayang licin di balik deretan kasus pencurian di Sulawesi Selatan.

Drama pengejaran ini bermula dari sebuah kelalaian kecil yang berujung fatal pada Selasa, 25 Maret 2025. Di bawah terik matahari pukul 11.30 Wita, seorang ASN perempuan berinisial AA (42) memarkirkan sepeda motor Yamaha NMAX miliknya di halaman rumah, Kampung Batu Mesu, Kelurahan Sapolohe. Namun, nasib malang menjemput harta bendanya ketika ia lupa mencabut kunci kontak—sebuah celah terbuka bagi predator jalanan seperti Ceceng.

Sebelum peristiwa di halaman rumah AA meletus, Ceceng sebenarnya nyaris tertangkap basah saat hendak membobol celengan di Masjid Nurul Hasanah Sapolohe. Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali, S.Sos menjelaskan bahwa aksi pelaku sempat terendus oleh penjaga masjid, memaksanya lari tunggang-langgang.

Terendus Berada di Maros

Pelaku kemudian menuju ke rumah korban dan mendapati sepeda motor korban terparkir di halaman rumah dengan kondisi kunci kontak masih terpasang. Saat korban mendengar suara motornya menyala dan keluar rumah, sepeda motor tersebut sudah tidak berada di tempat,” jelas Kasat Reskrim pada Kamis, 25 Desember 2025.

Penyelidikan yang memakan waktu berbulan-bulan ini menuntut kesabaran ekstra. Jejak Ceceng seolah raib ditelan bumi, hingga akhirnya koordinasi intensif dengan Resmob Polres Maros membuahkan hasil.

“Setelah beberapa bulan melakukan penyelidikan, Alhamdulillah identitas dan keberadaan pelaku berhasil kami ketahui,” ungkap Iptu Muhammad Ali dengan nada lega.

Ternyata "Spesialis Celengan Masjid"

Kejutan sesungguhnya terungkap saat interogasi dimulai. Ceceng bukan sekadar pencuri motor amatir; ia adalah residivis spesialis celengan masjid yang telah menebar teror di berbagai kabupaten, mulai dari Sinjai, Bantaeng, Pangkep, Maros, hingga ke jantung Kota Makassar. Yang lebih memilukan, uang suci dari rumah ibadah tersebut diakuinya habis untuk keperluan pribadi yang gelap.

“Pelaku mengaku uang hasil curian digunakan untuk kebutuhan sehari-hari serta membeli narkotika,” tambah Kasat Reskrim.

Kini, sang 'spesialis celengan' harus meringkuk di balik jeruji besi Polsek Bontobahari bersama barang bukti NMAX yang telah ia ubah warnanya untuk mengelabui petugas.

Kesadaran untuk Mencegah Kejahatan

Langkahnya terhenti, menyisakan peringatan keras bagi warga bahwa kejahatan seringkali hanya membutuhkan satu detik kelalaian untuk beraksi.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan