Pendaftaran Beasiswa Berdaya 2025 KPC Dibuka untuk Mahasiswa Kutim, Cek Persyaratannya

Pendaftaran Beasiswa Berdaya 2025 KPC Dibuka untuk Mahasiswa Kutim, Cek Persyaratannya

Beasiswa Berdaya 2025: Akses Pendidikan Tinggi untuk Mahasiswa Kutai Timur

PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali menghadirkan program beasiswa yang bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Program yang diberi nama Beasiswa Berdaya 2025 ini ditujukan khusus untuk mahasiswa jenjang D3, D4, dan S1 yang berasal dari keluarga kurang mampu. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal di wilayah operasional perusahaan.

Beasiswa ini tidak hanya berupa bantuan finansial, tetapi juga dirancang agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi hingga lulus tanpa terganggu oleh kendala ekonomi. KPC menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas dalam program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya, dengan harapan bahwa program ini dapat menjadi jembatan bagi generasi muda Kutai Timur untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Sasaran dan Kuota Penerima Beasiswa

Beasiswa Berdaya 2025 secara khusus menyasar mahasiswa yang berdomisili dan berasal dari wilayah sekitar operasional KPC di Kabupaten Kutai Timur. Sasaran utama adalah mahasiswa dari keluarga tidak mampu secara ekonomi. Tahun ini, KPC menyiapkan kuota sebanyak 30 orang mahasiswa yang akan menerima beasiswa ini.

Para penerima beasiswa berasal dari empat kecamatan di Kutai Timur, yaitu Kecamatan Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Selatan, Kecamatan Rantau Pulung, dan Kecamatan Bengalon. Keempat wilayah ini dikenal sebagai daerah yang berada paling dekat dengan aktivitas operasional perusahaan.

Persyaratan Pendaftaran

Untuk memastikan bahwa beasiswa tepat sasaran, KPC menetapkan beberapa persyaratan administrasi dan akademik. Calon pendaftar wajib merupakan warga Kabupaten Kutai Timur yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK). Selain itu, pendaftar harus membuat surat pernyataan tidak sedang menerima beasiswa lain, yang ditandatangani di atas materai.

Calon penerima juga diwajibkan melengkapi dokumen pendukung, seperti surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan, surat keterangan aktif kuliah dari perguruan tinggi, Kartu Mahasiswa atau Nomor Induk Mahasiswa (NIM), akta kelahiran, serta ijazah SMA/SMK bagi mahasiswa baru. Bagi mahasiswa yang sudah menempuh perkuliahan, KPC mensyaratkan Kartu Hasil Studi (KHS) semester terakhir.

Selain dokumen akademik, KPC juga meminta foto kondisi rumah tampak luar dan dalam. Dokumen ini berfungsi sebagai salah satu indikator untuk menilai kondisi sosial ekonomi keluarga pendaftar secara lebih objektif.

Jadwal dan Cara Pendaftaran

Pendaftaran Beasiswa Berdaya 2025 telah dibuka sejak 22 Desember 2025 dan akan ditutup pada 11 Januari 2026. Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring atau online. Calon pendaftar dapat mengisi formulir pendaftaran melalui tautan resmi yang disediakan KPC, yakni:

https://bit.ly/BeasiswaBerdayaKPC2025_D3D4S1

Selain melalui tautan, pendaftaran juga dapat dilakukan dengan memindai QR Code yang tertera pada poster resmi Beasiswa Berdaya 2025 dari KPC. Metode ini memudahkan calon pendaftar, khususnya mahasiswa yang mengakses informasi melalui perangkat ponsel.

Untuk informasi lebih lanjut, KPC juga menyediakan kontak narahubung yang dapat dihubungi, yaitu Rosna (0812-5526-3317) dan Susi Apriatin (0813-4622-3758). Kehadiran kontak resmi ini diharapkan dapat membantu calon pendaftar yang membutuhkan penjelasan teknis terkait proses seleksi maupun kelengkapan dokumen.

Harapan dan Tujuan Program

Beasiswa Berdaya KPC 2025 diharapkan tidak hanya meringankan beban biaya pendidikan mahasiswa, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda Kutai Timur untuk terus berprestasi. Dukungan berkelanjutan dari dunia industri dinilai penting dalam menciptakan pemerataan akses pendidikan, terutama di daerah yang memiliki tantangan ekonomi.

Dengan pendidikan yang lebih terjangkau, mahasiswa diharapkan mampu menyelesaikan studi tepat waktu dan kembali ke daerahnya sebagai sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam jangka panjang, program ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dan mendorong pembangunan daerah secara inklusif.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan