
Pendapatan Pangeran William dan Kate Middleton Terungkap dalam Laporan Keuangan
Laporan keuangan terbaru menunjukkan bahwa Kadipaten Cornwall, yang dikelola oleh Pangeran William, menghasilkan surplus sebesar £22,9 juta atau sekitar Rp444 miliar pada tahun 2025. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan surplus tahun sebelumnya, yang mencapai £23,6 juta.
Sebagai Pangeran Wales, William memperoleh penghasilan utamanya dari Kadipaten Cornwall. Diperkirakan pendapatan tahunan Pangeran William melebihi 30 juta dolar AS. Selain itu, nilai aset Kadipaten Cornwall diperkirakan melebihi 1 miliar dolar AS. Aset tersebut mencakup rumah, lahan pertanian, dan berbagai properti lainnya yang tersebar di 23 wilayah Inggris dan Wales.
Kadipaten Cornwall merupakan aset turun-temurun bagi pewaris takhta Kerajaan Inggris. Sebelumnya, wilayah ini dikelola oleh Raja Charles III selama masa jabatannya sebagai Pangeran Wales. Saat ini, Kadipaten tersebut resmi menjadi milik Pangeran William sejak ia menyandang gelar Pangeran Wales pada September 2022.
Kadipaten ini juga menanggung berbagai kebutuhan pribadi, resmi, dan kegiatan amal Pangeran William, Kate Middleton, serta ketiga anak mereka: Pangeran George, Putri Charlotte, dan Pangeran Louis. Di masa depan, George akan menjadi pewaris takhta dan penerus pengelolaan Kadipaten Cornwall.
Transformasi Kadipaten Cornwall
Laporan tahunan Kadipaten Cornwall menyebutkan bahwa tahun 2025 menjadi periode penting dalam transformasi lembaga tersebut. Fokus utama adalah strategi keberlanjutan yang menitikberatkan pada dampak positif bagi manusia, lingkungan, dan komunitas.
Beberapa target yang ditetapkan antara lain: * Mencapai target net zero pada tahun 2032. * Bekerja sama dengan mitra untuk mengatasi persoalan tunawisma di wilayah operasionalnya. * Meningkatkan layanan kesehatan mental bagi penyewa dan staf di pedesaan. * Menjaga nilai ekonomi kawasan bagi masyarakat.
Tahun 2025 juga menjadi tahun kedua Pangeran William memimpin langsung pengelolaan Kadipaten Cornwall. Seorang sumber kerajaan mengatakan bahwa Pangeran Wales terlibat penuh dalam pengelolaan aset tersebut. Ia juga dilaporkan membayar pajak penghasilan atas seluruh pendapatan yang diterimanya dari Kadipaten, setelah dikurangi biaya rumah tangga yang tidak dirinci lebih lanjut.
Sumber Pendapatan Anggota Keluarga Kerajaan Inggris
Selain dari Kadipaten Cornwall, anggota keluarga kerajaan Inggris juga mendapatkan pendapatan dari berbagai sumber. Salah satunya adalah Sovereign Grant atau Hibah Kedaulatan, yang merupakan dukungan keuangan pemerintah Britania Raya kepada monarki selama berabad-abad.
Hibah Kedaulatan mencakup: * Pemeliharaan kediaman resmi kerajaan. * Biaya perjalanan resmi Raja dan anggota Keluarga Kerajaan. * Pembiayaan staf Rumah Tangga Kerajaan.
Besaran Hibah Kedaulatan pada tahun anggaran 2025/2026 mencapai £132,1 juta atau sekitar Rp2,956 triliun. Jumlah ini ditentukan berdasarkan persentase keuntungan dari Crown Estate, yakni sekumpulan aset dan properti milik negara yang dikelola atas nama Raja.
Crown Estate mencakup berbagai lahan, properti, dan aset komersial di seluruh Inggris. Hibah Kedaulatan ditinjau setiap lima tahun melalui mekanisme resmi dan berada di bawah pengawasan Parlemen serta Kantor Audit Nasional.
Sumber Lainnya dan Kritik Transparansi
Selain Hibah Kedaulatan, Raja juga menerima pendapatan pribadi melalui Kadipaten Lancaster, sementara Pangeran Wales memperoleh penghasilan dari Kadipaten Cornwall. Kedua kadipaten tersebut dikelola secara terpisah, diaudit secara independen, dan berada di bawah pengawasan berbagai undang-undang Parlemen.
Meski demikian, terdapat seruan publik agar pendapatan dari kedua kadipaten tersebut disatukan dengan pendapatan Crown Estate. Selain itu, Raja juga memperoleh pendapatan pribadi dari investasi dan warisan, meskipun jumlah pastinya tidak dipublikasikan.
Para pengkritik kerap menilai bahwa keuangan monarki masih diselimuti kurangnya transparansi.
Pembayaran Pajak
Secara hukum, Raja dan Pangeran Wales tidak diwajibkan membayar pajak. Namun, sejak 1993, keduanya secara sukarela membayar pajak penghasilan sesuai tarif yang berlaku atas pendapatan dari kadipaten dan investasi pribadi, meskipun tidak dikenakan pajak atas Hibah Kedaulatan.
Pajak keuntungan modal dan pajak warisan juga dibayarkan dalam kondisi tertentu. Selain itu, pajak daerah dibayarkan secara sukarela berdasarkan kesepakatan non-undang-undang antara Kementerian Keuangan Inggris dan Rumah Tangga Kerajaan.
Perlu dicatat, meskipun Raja memiliki properti “atas nama Mahkota” seperti Crown Estate, bangunan pemerintahan, Istana Kerajaan yang dihuni, serta Koleksi Kerajaan, aset-aset tersebut tidak dapat dijual secara pribadi dan tidak dapat dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar