Pengakuan Suami Ayu Puspita Soal Uang Korban Penipuan WO, Saldo Rekening Zonk: Demi Allah

Penjelasan Suami Ayu Puspita Mengenai Nasib Dana Korban Penipuan WO Byayupuspita

Suami dari Ayu Puspita akhirnya memberikan pernyataan terkait nasib aliran dana yang diberikan oleh para korban penipuan wedding organizer (WO) Byayupuspita. Ia mengungkapkan bahwa rekening milik Ayu tidak memiliki saldo sama sekali, sehingga uang yang disetorkan para korban kini menjadi misteri besar.

Kejadian ini memicu rasa penasaran publik tentang bagaimana dana hasil setoran dari korban bisa hilang tanpa jejak dalam kasus penipuan WO Byayupuspita. Berdasarkan informasi yang beredar, total kerugian yang dialami sekitar 200-an korban diperkirakan mencapai Rp 16 miliar hingga Rp 20 miliar, angka yang sangat fantastis untuk sebuah kasus penipuan.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, menegaskan bahwa hingga kini pihak kepolisian masih belum memastikan jumlah pasti kerugian korban penipuan WO tersebut. "Masih pendalaman, ini kan belum selesai, tentunya motifnya yang pasti kebutuhan ekonomi," kata Erick menegaskan, menyoroti alasan di balik tindakan penipuan yang dilakukan Ayu.

Dalam proses hukum yang berjalan, Polres Metro Jakarta Pusat telah menetapkan Ayu Puspita dan pegawainya, Dimas, sebagai tersangka utama kasus ini, sehingga status hukum keduanya kini jelas. "A sebagai penanggung jawab dari semua kegiatan. Kemudian D yang membantu melaksanakan seluruh kegiatan, yang aktif membantu," jelas Kombes Erick menjelaskan peran masing-masing tersangka.

Sementara itu, suami Ayu dan dua pegawai lainnya masih menjalani pemeriksaan intensif, karena kepolisian terus menelusuri aliran dana dan barang bukti terkait kasus ini.

"Untuk tiga orang lagi yang kami amankan masih pemeriksaan mendalam, karena kami saat ini masih mengumpulkan barang bukti, kemudian masih memeriksa banyaknya pelapor yang mencapai 87 orang," tambahnya, menunjukkan kompleksitas kasus. Erick juga menekankan bahwa pihaknya sedang bekerja keras memastikan siapa saja yang terlibat serta jumlah korban sebenarnya, agar semua bukti bisa disiapkan untuk proses hukum lebih lanjut.

Misteri hilangnya dana korban semakin menjadi sorotan, karena hingga kini tidak ada tanda-tanda uang dikembalikan atau disimpan di rekening resmi milik WO Ayu Puspita. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mempercayakan dana mereka kepada penyelenggara pernikahan, mengingat motif ekonomi sering menjadi pemicu penipuan.

Kerugian Korban

Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno G Sukahar mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, nominal kerugian ratusan juta. Karena menurutnya satu orang korban bisa mengalami kerugian puluhan sampai ratusan juta. Ia mengatakan klien yang menjadi korban penipuan yang membooking pada tahun 2024 dan 2025.

"Estimasi belum bisa kita sampaikan," katanya. Onkoseno belum membongkar alasan Ayu menipu kliennya. "Itu masih kita dalami," katanya. Pun dengan keberadaan uang milik para korban. "Ya itu lagi kita dalami," katanya.

Ayu Puspita menjalani bisnis dengan skema ponzi. Dia menuntaskan urusan klien lama menggunakan uang masuk dari klien baru. "Memang untuk pembayaran berikutnya itu dari penjualan lagi dan juga dari pameran masuk," katanya. Namun kini Ayu Puspita mengaku tidak mampu menutupinya. "Sekarang saya agak kesulitan," katanya.

Ketika diperiksa korban yang menggeruduk rumahnya pun, saldo rekening Ayu Puspita hanya ratusan ribu. "Tuh ada, gila, Rp300 ribu gais, gila Rp300 ribu," kata seorang korban. Bahkan uang-uang milik korban yang ditaksir tembus puluhan miliar juga tidak ada pada rekening pegawainya, Reifa. Saldo di rekening Reifa hanya tersisa Rp 2 juta.

Anehnya sang suami, Hendra Everyanto, mengaku tidak tahu menahu perihal aliran dana milik Ayu Puspita. "Uang istrinya kemana ?" tanya korban. "Saya kan gak ikut apa-apa, tanya mas Dimas," kata Hendra. Dia mengaku tidak terlibat di PT Ayu Puspita Sejahtera yang menaungi WO Byayupuspita. "Saya gak terlibat, demi Allah. Yang terlibat mas Dimas, mba anu, bisnis keluarga juga kan," kata Hendra Everyanto.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan