Pengamat Polisi: Teror pada Influencer Sulit Dikenali, Diduga Ada Pihak yang Mengendalikan

Komentar Pengamat Kepolisian Mengenai Kasus Teror terhadap Influencer dan Aktivis

Sejumlah influencer dan aktivis yang mengkritik penanganan bencana di Sumatera kini menjadi target dari dugaan ancaman teror. Menurut pengamat kepolisian, Aryanto Sutadi, kasus ini sangat sulit untuk dideteksi karena model ancaman yang digunakan sangat kompleks.

"Kalau ancaman teror model seperti ini, dari pengalaman saya, itu memang sangat sulit untuk mendeteksinya," ujar Aryanto dalam program Sapa Indonesia Malam KompasTV, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan bahwa kasus semacam ini merupakan kejahatan murni dengan unsur menargetkan individu yang menyerang pemerintah. "Otomatis nanti itu pasti ada yang menggerakkan, kan gitu tujuannya ya. Dia itu bukan hanya pelaku, tetapi ada yang menggerakkan. Nah, ini jadi tantangan berat bagi polisi dalam mengungkap hal-hal yang seperti ini memang," tambahnya.

Aryanto juga menyebut bahwa polisi belum memiliki data awal untuk mengidentifikasi pelaku. "Tadi saya sudah tanyakan ke Polda Metro juga, masih dalam penyelidikan. Artinya polisi belum mendapatkan data-data awal untuk mendeteksi kurang lebih siapa pelakunya," katanya.

Menurutnya, penyidik perlu memperoleh alat bukti atau fakta-fakta yang bisa mengarah pada kejadian tersebut dan mengungkap identitas pelaku sebelum dapat menangkap seseorang. "Jadi, penyidik minimal harus mendapatkan alat bukti atau fakta-fakta yang bisa mengarah kepada apa yang terjadi dan siapa pelakunya, barulah pelaku bisa ditangkap," jelasnya.

Alasan Teror Menyasar Influencer

Aryanto menjelaskan bahwa pelaku biasanya mencari sasaran yang mudah didapat, namun efeknya besar dalam menimbulkan ketakutan. "Jadi ini mesti influensernya mesti dipilih yang memang pengaruhnya gede sehingga menimbulkan kengeriannya tuh besar juga," ujarnya.

Selain itu, ia menyatakan kemungkinan besar pelaku disuruh oleh orang yang ingin menciptakan kegaduhan. "Ini juga bisa disuruh oleh orang yang ingin menimbulkan kegaduhan, supaya pemerintah itu tidak dipercayai oleh masyarakat, tidak mampu melindungi, itu ada kemungkinan juga," tambahnya.

Tantangan Bagi Polisi

Dalam konteks ini, Aryanto menekankan pentingnya upaya maksimal dari pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini agar kejadian serupa tidak terulang. "Karena kalau sampai tidak, jadi kita seakan-akan tidak mampu melindungi masyarakatnya sehingga akhirnya ya ditiru oleh pelaku-pelaku yang lain," ujarnya.

Polisi diharapkan mampu mengungkap pelaku dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Dengan demikian, kasus teror ini tidak hanya menjadi ancaman bagi individu tertentu, tetapi juga bisa berdampak pada kepercayaan publik terhadap sistem pemerintahan dan keamanan negara.

Langkah yang Perlu Diambil

Untuk menghadapi ancaman teror seperti ini, polisi perlu meningkatkan kerja sama dengan lembaga-lembaga terkait serta memperkuat mekanisme pengawasan. Selain itu, penting juga untuk memberikan perlindungan hukum dan psikologis bagi para korban.

Dalam rangka memastikan keamanan masyarakat, langkah-langkah preventif juga harus diterapkan. Misalnya, melalui edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya teror serta cara mengenali tanda-tanda ancaman.

Dengan begitu, masyarakat akan lebih waspada dan siap menghadapi ancaman-ancaman yang muncul. Hal ini juga akan membantu pihak kepolisian dalam menangani kasus-kasus serupa secara lebih efektif dan cepat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan