
Evaluasi Kinerja Menteri dalam Penanganan Pascabencana Sumatra
Pengamat politik Ikrar Nusa Bhakti menilai bahwa Presiden Prabowo Subianto perlu melakukan reshuffle kabinet pada awal tahun 2026. Hal ini dilakukan karena kinerja para menteri yang dinilai kurang optimal dalam menangani pemulihan pascabencana Sumatra.
Beberapa menteri yang menjadi sorotan publik antara lain Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Keduanya dianggap tidak memenuhi ekspektasi masyarakat terkait penanganan bencana.
Zulkifli Hasan: Tindakan yang Dinilai Pencitraan
Zulkifli Hasan, yang akrab dipanggil Zulhas, menjadi salah satu menteri yang paling disorot oleh masyarakat. Tindakannya saat mengunjungi korban bencana Sumatra sambil memanggul beras viral di media sosial dinilai sebagai tindakan pencitraan. Ikrar menyoroti hal ini dengan mengatakan:
"Saya beri contoh ya, Zulhas lah ya. Ini juga sebetulnya dia adalah seorang politikus yang harusnya ya cukup lama pengalaman politiknya ya. Tapi coba Anda perhatikan, dia malah berupaya untuk apa istilahnya itu menarik simpati dengan pencitraan dengan angkat beras di punggung gitu kan. Harusnya enggak seperti itu loh."
Selain itu, rekam jejak Zulhas sebagai mantan Menteri Kehutanan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menjadi isu yang tak bisa dilepaskan dari imej negatif terhadap hutan. Ikrar menyebut bahwa orang Aceh atau yang terkait dengan hutan tidak akan lupa akan peran Zulhas dalam merusak hutan di masa lalu.
Bahlil Lahadalia: Pernyataan yang Tidak Akurat
Ikrar juga menyoroti Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM yang dianggap memberi informasi tidak akurat tentang pemulihan listrik di Aceh. Dalam sebuah kesempatan, Bahlil menyatakan bahwa listrik di Aceh 97 persen sudah menyala normal. Namun, fakta di lapangan menunjukkan sebaliknya.
"Atau kemudian Anda lihat si Bahlilah itu, berbusa-busa keluar dari mulutnya bahwa ini nanti dalam berapa hari listrik akan nyala. Dia katakan misalnya 93 persen, sekian persen dan sebagainya dan sebagainya. Dan sebagian besar dari listrik yang dibangun oleh Bahlil itu pakai apa? Genset. Genset menggunakan apa? Bahan bakar minyak. Ya, Anda lihat berapa hari yang lalu ya foto bagaimana yang namanya sepeda motor-sepeda motor ya rakyat Aceh itu panjangnya sampai berkilometer-kilometer hanya untuk mendapatkan apa, bisa membeli BBM satu liter per motor."
Menurut Ikrar, tindakan Bahlil ini membuat banyak orang tertawa karena tidak realistis. Ia juga menegaskan bahwa beberapa kabupaten masih gelap dan tidak ada tanda-tanda keberhasilan yang signifikan.
Perlu Evaluasi Serius
Bagi Ikrar, menteri yang telah ramai dikritik masyarakat harus segera diganti. Ia menyarankan agar mencari orang yang lebih kompeten daripada Bahlil dan Zulhas.
"Paling tidak ya beberapa orang yang memang sudah masuk dalam kategori banyak dibicarakan orang sebaiknya diganti," jelasnya.
Ikrar juga menekankan bahwa evaluasi serius diperlukan untuk menilai kinerja menteri-menteri yang selama ini menjadi sorotan. Ia berharap agar langkah-langkah yang diambil dapat lebih efektif dan sesuai harapan masyarakat.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar