
Transformasi Digital di Kawasan Industri
Di tengah upaya modernisasi pengelolaan aset, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), yang merupakan bagian dari Holding BUMN Danareksa, mengambil langkah penting dengan meluncurkan Sistem Manajemen Aset Real-Time Terintegrasi (SMARTer). Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan aset di lingkungan kawasan industri.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KBN, Ikhwanoel, menjelaskan bahwa SMARTer dirancang untuk menghadapi tantangan pengelolaan ribuan aset yang dimiliki oleh KBN. Ia menyampaikan bahwa aplikasi ini selesai lebih awal dari target yang dijadwalkan di Februari 2025. "Ini bukti kerja keras bersama untuk bertransformasi digital dan mohon dimaksimalkan. Kami percaya, aset merupakan jantung perusahaan," ujarnya pada Jumat (12/12/2025).
SVP Teknologi Informasi KBN, Adji Darmawan, menyoroti aspek inovasi dan transparansi sistem ini. Menurut dia, SMARTer adalah suatu platform yang tidak hanya sekadar entry data, tetapi sebagai mekanisme budaya kerja baru yang transparan, akuntabel, dan data-driven. "Selain itu, sistem ini baru ada di KBN, belum ada di kawasan lain. Sistem ini berpotensi besar untuk dijadikan pilot project yang bisa diterapkan di kawasan industri lain," tambahnya.
Fungsi dan Manfaat SMARTer
Harapan terbesar dari penggunaan SMARTer adalah kemudahan dalam bisnis aset dan keuangan dalam memonitoring mulai dari perencanaan dan pengadaan hingga maintenance dan penghapusan buku (aset). Aplikasi ini juga diharapkan memberi manfaat bagi para pemangku kepentingan di KBN.
Beberapa manfaat utama yang ditawarkan oleh SMARTer antara lain:
- Penguatan tata kelola (GCG): Sistem ini menyediakan valuasi aset yang lebih akurat, penyusutan otomatis, serta pencatatan audit yang terdokumentasi melalui fitur audit trail digital.
- Optimalisasi operasional: Menawarkan visibilitas kondisi aset secara real-time dan mendukung pemeliharaan terjadwal untuk mengurangi downtime dan memperpanjang usia aset.
- Peningkatan potensi pendapatan: Membantu mengidentifikasi aset yang tidak terpakai serta mendukung perencanaan investasi agar lebih tepat sasaran.
Potensi Pengembangan Lebih Lanjut
SMARTer tidak hanya menjadi solusi internal bagi KBN, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan dan diterapkan di kawasan industri lain. Dengan adanya inovasi seperti ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain dalam melakukan transformasi digital.
Dalam konteks yang lebih luas, pengelolaan aset yang lebih baik dan transparan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan daya saing industri nasional. Dengan adanya sistem seperti SMARTer, KBN menunjukkan komitmen kuat dalam menjalankan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar