Pengemis di Srengseng Diduga Meludahi Pedagang, Polisi Turun Tangan

Penindakan Terhadap Pengemis yang Mengganggu Pedagang di Pasar Pengampuan

Polisi telah mengambil langkah untuk menindaklanjuti laporan warga mengenai seorang pengemis yang diduga sering memaki dan meludahi pedagang di kawasan Pasar Pengampuan, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat. Aksi pengemis tersebut sempat viral di media sosial dan menyebabkan kegundahan bagi para pedagang setempat.

Kapolsek Kembangan Komisaris Moch Taufik mengatakan bahwa pihaknya baru saja menerima informasi tentang keberadaan pengemis tersebut dan langsung melakukan pengecekan di lokasi. "Kami baru dapat informasinya. Segera akan kami cek terlebih dahulu," ujar Taufik saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Kembangan, AKP Rahmat, menjelaskan bahwa polisi telah melakukan penyisiran dan penyelidikan awal untuk mencari keberadaan pengemis tersebut. "Sudah kami sisir (untuk cari orangnya). Masih dalam proses penyelidikan," kata Rahmat.

Namun, Rahmat menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan polisi resmi terkait tindakan pengemis tersebut. Oleh karena itu, penanganan utama akan berada di bawah kewenangan Satpol PP Kecamatan Kembangan. "Iya (tidak ada laporan). Jadi itu ranahnya masuk ke Satpol PP, nanti kami koordinasi," tuturnya.

Unggahan di Media Sosial

Sebelumnya, sebuah unggahan di akun Instagram @jakbarviral menampilkan foto seorang pengemis yang disebut meresahkan pedagang. Dalam foto tersebut, pengemis itu digambarkan berbadan gemuk, tidak mengenakan baju, berambut putih, dan membawa tas kresek.

Dalam narasi unggahan disebutkan bahwa pengemis tersebut sering mengucapkan kata-kata kasar kepada pedagang yang tidak memberinya uang. "Tolong diviralin, biar diamankan, pengemis sok-sokan matanya diputihin. Kalau enggak dikasih, ngata-ngatain usaha orang dan suka ngeludahin orang," demikian keterangan unggahan.

Kesaksian Pedagang

Meli (38), pedagang di Pasar Pengampuan, mengatakan kemunculan pengemis itu selalu membuat pedagang cemas. "Dia datang gayanya maksa. Dia langsung nyodorin tangan ke muka kita atau ke depan dagangan. Kalau lagi sibuk ngelayanin atau bilang 'maaf' gitu, enggak ada uang receh, matanya langsung melotot," ujar Meli.

Menurut Meli, pengemis itu kerap memaki pedagang jika permintaannya tidak dipenuhi. "Mulutnya kasar emang. Kalau enggak dikasih, semua nama binatang keluar. Dia teriak-teriak pas lagi ada yang beli. Kan malu juga kita," ucapnya.

Pedagang lain, Opay (40), bahkan mengaku pernah melihat pengemis itu meludah ke arah pedagang jus. "Iya pernah itu (meludahi), ya itu yang bikin kami sakit hati lah ya. Kalau sama saya sih enggak pernah, cuma saya pernah liat, sama mpok-mpok gitu, jualan jus," ujar Opay.

Ia menambahkan, pengemis tersebut biasanya bersikap lebih agresif kepada pedagang perempuan. "Kalau saya ngeliat langsungnya sih sekali itu doang, tapi katanya sering, banyak yang kena. Rata-rata yang cewek, yang ibu-ibu. Kalau sama saya mah enggak berani dia, saya pelototin balik lah kalau gitu," katanya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan