Penting bagi Warga, Jembatan Lamuk-Bukateja Purbalingga Kembali Diajukan ke Gubernur

Penting bagi Warga, Jembatan Lamuk-Bukateja Purbalingga Kembali Diajukan ke Gubernur

Upaya Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam Membangun Jembatan Lamuk-Bukateja

Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus berupaya mempercepat pembangunan Jembatan Lamuk-Bukateja melalui skema Bantuan Gubernur Jawa Tengah (Bangub). Proses pengusulan ini sudah dilakukan sejak sepuluh tahun lalu, meskipun hingga kini belum ada kepastian anggaran yang diberikan.

Menurut Kepala Bidang Bina Marga, DPUPR Purbalingga, Gunawan Wibisono, upaya untuk mengusulkan pembangunan jembatan tersebut telah dilakukan berulang kali. Namun, realisasi masih tertunda karena keterbatasan dana. Ia menyebutkan bahwa untuk membangun jembatan tersebut diperlukan dana minimal sebesar Rp30 miliar.

Sebelumnya, rencana pembangunan Jembatan Lamuk-Bukateja sempat direncanakan bersamaan dengan Jembatan Wirasana-Kalikajar (Wika). Namun, karena keterbatasan anggaran, pihaknya lebih memprioritaskan pembangunan Jembatan Wika terlebih dahulu.

"Awalnya anggarannya sama-sama sekitar Rp15 miliar. Tapi ditunda karena ada pandemi, kemudian muncul lagi, namun hanya untuk Jembatan Wika karena anggaran yang terbatas," jelasnya.

Meskipun belum memiliki kepastian anggaran, pihaknya menyatakan telah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk jembatan tersebut. DED ini akan menjadi dasar pelaksanaan proyek jika dana turun.

Rencana Perbaikan Jembatan Lain di Tahun 2026

Di tingkat kabupaten, pada tahun 2026 DPUPR Purbalingga sudah mengusulkan perbaikan permanen untuk dua jembatan lain, yaitu Jembatan Kali Bugel di Toyareja dan Jembatan Kali Lusi di Sumingkir. Meski fokus utama tahun ini masih tertuju pada perbaikan jalan, kebutuhan jembatan tetap diajukan agar bisa segera ditangani.

Jembatan tersebut sangat vital bagi aktivitas masyarakat, jadi tetap kami usulkan, ucapnya.

Harapan Masyarakat terhadap Jembatan Lamuk-Bukateja

Di tengah proses yang masih berjalan, warga setempat tetap berharap usulan pembangunan Jembatan Lamuk-Bukateja dapat segera terealisasikan. Bagi mereka, jembatan ini menjadi pintu bagi mobilitas yang lebih mudah dan waktu tempuh yang lebih efisien.

Dengan adanya jembatan ini, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas antar wilayah, serta mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Meski masih ada tantangan dalam hal anggaran, upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur ini terus dilakukan.

Langkah-Langkah yang Dilakukan Pemerintah

Beberapa langkah telah diambil oleh pemerintah kabupaten dalam rangka mempercepat pembangunan jembatan ini. Di antaranya adalah:

  • Menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar pelaksanaan proyek.
  • Mengajukan usulan pembangunan melalui skema Bangub.
  • Memprioritaskan proyek-proyek yang lebih mendesak, seperti Jembatan Wika, karena keterbatasan anggaran.
  • Terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi anggaran yang lebih optimal.

Tantangan dan Solusi yang Dicari

Tantangan utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran. Untuk itu, pemerintah terus mencari alternatif pendanaan, termasuk kerja sama dengan pihak swasta atau pihak lain yang mungkin tertarik berinvestasi dalam proyek infrastruktur ini.

Selain itu, pihak pemerintah juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya jembatan ini, sehingga bisa mendapatkan dukungan yang lebih luas.

Kesimpulan

Jembatan Lamuk-Bukateja merupakan salah satu infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Purbalingga. Meskipun proses pembangunan masih berjalan lambat, pemerintah tetap berkomitmen untuk segera merealisasikannya. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan proyek ini dapat segera terealisasi dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat sekitar.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan