Pentingnya Literasi Investasi Syariah di Era Digital

Tren Investasi di Era Digital

Dalam beberapa tahun terakhir, investasi menjadi topik yang semakin sering dibicarakan oleh banyak orang, khususnya generasi muda. Pasar modal memiliki peran penting dalam meningkatkan minat investasi di kalangan generasi tersebut. Kemajuan teknologi dan akses informasi yang lebih mudah telah membuka peluang bagi generasi muda untuk lebih memahami serta berpartisipasi dalam berinvestasi. Hanya dengan modal ponsel dan koneksi internet, siapa pun bisa membeli saham, reksadana hingga obligasi tanpa harus datang ke kantor sekuritas. Proses yang dulu dianggap rumit dan mahal, sekarang dapat dilakukan dalam hitungan menit melalui aplikasi digital, hal ini memudahkan generasi muda yang katanya memiliki adaptasi tinggi terhadap teknologi sehingga lebih praktis, cepat dan terjangkau dalam berinvestasi.

Namun pertanyaannya, apakah kemudahan ini diikuti dengan peningkatan pemahaman? Pastinya tidak selalu. Justru, semakin mudah aksesnya, semakin besar risiko bagi masyarakat yang tidak memahami produk dan mekanisme pasar modal. Banyak orang memulai investasi hanya karena ikut-ikutan trend atau FOMO, tergoda promosi yang terlihat menjanjikan atau dipengaruhi oleh influencer di konten media sosial. Disinilah literasi investasi menjadi sangat penting. Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah membentuk gaya hidup konsumtif terutama di kalangan generasi Z, untuk mengatasi tantangan ini, literasi keuangan khususnya investasi menjadi relevan.

Literasi Investasi: Kunci Keberhasilan

Literasi investasi adalah kemampuan seseorang untuk memahami cara kerja investasi, jenis-jenis produk keuangan, manfaat dan risiko serta bagaimana membuat keputusan investasi yang tepat sesuai tujuan dan kondisi keuangan. Secara singkat artinya tentang mengerti apa yang kita beli dan mengapa kita membelinya. Banyak orang mengira bahwa investasi itu sama dengan menabung, padahal keduanya jelas berbeda. Dalam materi edukasi publik yang digunakan bursa efek Indonesia (BEI) ketika melakukan webinar di kamus UISU, dijelaskan bahwa investasi adalah upaya mengelola aset agar dapat memberi hasil di masa depan, bukan ajang spekulasi atau perjudian modern. Materi edukasi dari BEI juga menekankan bahwa setiap jenis investasi memiliki karakteristik, manfaat dan risiko yang harus dikenali sejak awal agar keputusan yang diambil tidak salah arah. Melalui artikel ini, kita akan membahas bagaimana seharusnya memulai investasi di era digital, apa saja produk pasar modal yang tersedia, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan agar kita bisa menjadi investor yang cerdas, bukan hanya sekedar pengikut trend karena keputusan investasi yang baik selalu dimulai dengan pengetahuan yang benar.

Akses Informasi yang Lebih Mudah, Tetapi Tantangannya Lebih Besar

Di era digital saat ini, informasi tentang investasi sangat mudah diakses. Ada banyak aplikasi investasi seperti Bibit, ajaib, stockbit dan lain sebagainya. Hingga platform perdagangan saham serta ribuan konten edukasi yang muncul setiap hari di sosial media. Semua itu membuat proses memulai investasi lebih mudah untuk dijangkau serta cepat dibandingkan dulu. Namun, kemudahan kemudahan ini justru membawa tantangan baru. Tidak semua informasi yang beredar dapat dipercaya dan banyak investor pemula akhirnya mengikuti tren yang sedang viral tanpa memahami apa yang sebenarnya mereka beli. Akibatnya, keputusan yang diambil seringkali berdasarkan emosi atau pengaruh popularitas bukan dari hasil analisis. Adanya literasi yang baik justru dapat memahami cara kerja instrumen pasar modal, menilai risiko dan potensi keuntungan. Literasi juga membantu investor mengelola portofolionya dengan lebih bijak, menyesuaikan pilihan investasi dengan tujuan serta kondisi finansial. Jadi, walaupun akses informasi semakin mudah, kemampuan memilah dan memahami informasi menjadi kunci agar tidak salah langkah. Namun demikian risiko keamanan siber, volatilitas pasar yang tinggi dan ketidaksetaraan dalam literasi digital yang harus diatasi. Seperti yang sudah dijelaskan, literasi investasi menjadi kunci untuk menghindari kesalahan dasar sekaligus untuk memaksimalkan potensi keuntungan serta meminimalkan risiko.

Memahami Produk Pasar Modal

Materi edukasi BEI menjelaskan beberapa produk pasar modal utama yang perlu dipahami oleh investor, yaitu:

  1. Saham. Saham merupakan instrumen investasi yang memberi kepemilikan terhadap suatu perusahaan. Ciri-cirinya: potensi imbal hasil tinggi, risiko tinggi karena harga dapat naik atau turun secara cepat, memungkinkan investor mendapatkan dividen. Menurut Bodie, Kane & Marcus, 2021 Saham cocok bagi investor berprofil agresif atau moderat dan horizon jangka panjang karena return jangka panjang saham secara historis lebih tinggi dibanding instrumen lain.
  2. Obligasi (surat utang). Intstrumen ini memberikan pendapatan tetap karena bunga atau kupon sudah ditentukan sejak awal. Risikonya relatif lebih rendah dibanding saham, cocok untuk investor konservatif dan jangka panjang dengan tingkat bunga yang stabil.
  3. Reksadana dan ETF. Reksadana dan ETF dikelola manajer investasi. Dalam materi BEI disebutkan bahwa reksadana mudah diakses melalui marketplace dan dapat dimulai dengan modal awal yang kecil mulai Rp 10.000 serta cocok bagi pemula.

Risiko: Kata yang Sering Diabaikan Investor Pemula

Kalimat "setiap investasi memiliki keuntungan dan risiko" namun ironisnya, yang sering dibahas di media sosial justru hanya keuntungannya. Risiko utama dalam pasar modal meliputi:

  1. Risiko pasar (harga bisa naik-turun karena faktor ekonomi atau sentimen)
  2. Risiko likuiditas (saham tertentu sulit dijual)
  3. Risiko kredit
  4. Risiko manajer investasi

Bagaimana Menjadi Investor Cerdas?

Pertama, Mulailah dari uang yang benar-benar untuk dialokasikan untuk investasi. Bukan dari uang kebutuhan pokok atau dana darurat. Lalu, kenali profil risiko diri sendiri. Kedua, Jangan beli produk yang belum dipahami. Maka, pentingnya literasi dan mengenali produk yang akan dibeli. Ketiga, Gunakan platform resmi seperti IDX Mobile dan AKSes KSEI.

Selalu diingat bahwa investasi bukan tentang siapa yang mulai cepat, tetapi siapa yang mulai dengan benar. Digitalisasi membuat investasi semakin mudah diakses. Tapi kemudahan ini juga bisa menjadi jebakan bagi mereka yang belum memahami dasarnya. Literasi investasi adalah pondasi yang harus dimiliki investor, terutama generasi muda.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan