
nurulamin.pro.CO.ID, JAKARTA — Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencapai angka yang signifikan hingga November 2025. Total penyaluran KUR yang telah dilakukan BRI mencapai Rp 163,38 triliun. Mayoritas dari dana tersebut dialokasikan ke sektor produksi, yang berperan penting dalam memperkuat perekonomian riil.
Selama periode Januari hingga November 2025, BRI berhasil menyalurkan KUR senilai Rp 163,38 triliun kepada sebanyak 3,5 juta debitur. Angka ini setara dengan 92,3 persen dari total alokasi KUR pada tahun tersebut. Dari jumlah total tersebut, sektor produksi menjadi yang terbesar dengan kontribusi sebesar 64,6 persen. Hal ini menunjukkan bahwa BRI fokus pada pembiayaan usaha yang memiliki nilai tambah tinggi dan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata.
Sektor pertanian menjadi salah satu penerima terbesar dari penyaluran KUR. Nilainya mencapai Rp 73,73 triliun. Penyaluran ini mencerminkan komitmen BRI dalam mendukung sektor riil yang tidak hanya menjaga ketahanan ekonomi, tetapi juga berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja.
Di tengah pengembangan KUR yang agresif, kinerja keuangan BRI tetap stabil. Hingga kuartal III 2025, BRI membukukan laba sebesar Rp 41,2 triliun. Total aset BRI juga meningkat sebesar 8,2 persen secara tahunan, mencapai Rp 2.123,4 triliun. Peningkatan ini menunjukkan konsistensi dan stabilitas operasional perusahaan.
Dalam hal intermediasi, dana pihak ketiga BRI mengalami pertumbuhan sebesar 8,2 persen, mencapai Rp 1.474,8 triliun. Sementara itu, kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 6,3 persen, mencapai Rp 1.438,1 triliun. Permodalan BRI tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 25,4 persen. Likuiditas perusahaan juga terjaga dengan baik, ditunjukkan oleh loan to deposit ratio (LDR) sebesar 86,5 persen.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa pembiayaan inklusif tetap menjadi bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan BRI. “Di tengah dinamika perekonomian global yang penuh tantangan, BRI menatap 2026 dengan optimistis,” ujar Hery dalam keterangan tertulisnya, Rabu (31/12/2025).
Selain KUR, BRI juga aktif dalam memperluas akses keuangan melalui jaringan BRILink Agen. Saat ini, jaringan tersebut telah mencapai 1,2 juta agen dan mampu menjangkau lebih dari 80 persen desa di Indonesia. Selama tahun 2025, jaringan BRILink Agen memfasilitasi lebih dari 1 miliar transaksi dengan volume mencapai Rp 1.592 triliun.
Faktor-Faktor Pendukung Pertumbuhan BRI
-
Fokus pada Sektor Produksi
BRI terus berkomitmen untuk memprioritaskan sektor produksi dalam penyaluran KUR. Hal ini bertujuan untuk mendukung pengembangan usaha kecil dan menengah serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional. -
Penguatan Ekonomi Riil
Penyaluran KUR ke sektor pertanian dan produksi mencerminkan upaya BRI dalam memperkuat perekonomian riil. Sejumlah sektor ini sangat vital dalam menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan adanya lapangan kerja. -
Kinerja Keuangan yang Stabil
Meskipun ada tantangan eksternal, BRI mampu menjaga kinerja keuangan yang solid. Laba yang dicatatkan, pertumbuhan aset, serta rasio kecukupan modal menunjukkan kemampuan BRI dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan. -
Ekspansi Jaringan BRILink Agen
Jaringan BRILink Agen menjadi salah satu strategi BRI dalam memperluas akses layanan keuangan. Dengan jumlah agen yang mencapai 1,2 juta, BRI mampu menyentuh wilayah-wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. -
Optimisme untuk Tahun Mendatang
Direktur Utama BRI menyampaikan harapan positif terhadap tahun 2026. Ini menunjukkan bahwa BRI siap menghadapi tantangan dan peluang baru di masa depan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar