
Penjelasan Mustoha Iskandar tentang Keaslian Ijazah Jokowi
Mustoha Iskandar, yang merupakan Ketua Angkatan 1980 di Universitas Gadjah Mada (UGM), telah lama menegaskan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia terus memperkuat pernyataannya dengan menunjukkan berbagai bukti seperti foto kuliah, dokumen wisuda, dan ijazah asli. Hal ini dilakukan sejak tahun 2022, ketika ia mengajak rekan-rekan alumni UGM lainnya untuk menunjukkan ijazah mereka yang serupa dengan ijazah Jokowi.
Pada saat itu, Mustoha Iskandar selaku PIC Keluarga Alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980 menggelar konferensi pers untuk mengonfirmasi bahwa Jokowi adalah alumnus UGM. Dalam acara tersebut, sejumlah alumni Fakultas Kehutanan UGM menunjukkan bukti-bukti seperti foto masa kuliah hingga ijazah asli. Mustoha menyatakan bahwa ijazah yang dimiliki Jokowi adalah ijazah tanda kelulusan Fakultas Kehutanan UGM, bukan ijazah dari fakultas lain. Ia juga memastikan bahwa Jokowi adalah bagian dari alumni Fakultas Kehutanan UGM angkatan 1980.
Kini, Mustoha kembali menegaskan bahwa Jokowi adalah alumnus UGM dan ijazah kelulusannya adalah asli, meskipun ada pernyataan dari Prof. Ciek Julyati Hisyam yang meragukan keaslian ijazah tersebut. Menurut Ciek, ijazah S1 UGM milik Jokowi adalah palsu. Ia menyatakan bahwa jika ijazah tersebut benar-benar asli, maka siapa pun pasti akan menunjukkan buktinya.
Ciek juga menyoroti materai berwarna hijau yang terdapat pada ijazah Jokowi. Menurutnya, materai tersebut sebenarnya adalah cetakan utama berwarna ungu, sedangkan warna hijau hanya digunakan sebagai gambar Garuda. Ia mengklaim bahwa dirinya juga lulusan tahun 1985 seperti Jokowi, tetapi berasal dari kampus yang berbeda, yaitu IKIP Jakarta. Ia menegaskan bahwa pada masa itu tidak ada materai berwarna hijau dalam ijazah.
Pembelaan Mustoha Iskandar
Mustoha Iskandar memastikan bahwa seluruh lulusan Fakultas Kehutanan UGM dari angkatan yang sama dengan Jokowi mendapatkan ijazah dengan jenis materai yang serupa. Hal ini sudah ia cocokkan dengan dokumen kelulusannya sendiri serta milik rekan-rekan seangkatannya. Ia menyatakan bahwa materainya berwarna hijau, bukan merah.
Mustoha menjelaskan bahwa di UGM ada empat kali wisuda setiap tahun, yaitu Februari, Mei, Agustus, dan November. Angkatan 1980 tidak mengikuti wisuda Februari, sehingga materai merah tidak ada dalam ijazah mereka. Ia menambahkan bahwa Jokowi tercatat mengikuti wisuda pada 5 November 1985, sehingga semua peserta wisuda di periode tersebut dipastikan menggunakan materai hijau.
Mustoha menyebut bahwa klaim ijazah Jokowi bermaterai merah tidak sesuai dengan fakta. Ia menegaskan bahwa jika seseorang menyatakan bahwa ijazah Jokowi berwarna merah, maka itu berarti tidak berasal dari angkatan 1980 atau tidak mengikuti wisuda bersama Jokowi.
Ia juga menyatakan bahwa pihaknya siap beradu bukti di persidangan. "Yang penting itu nanti di fakta persidangan kita beradu kekuatan alat bukti," ujarnya. Mustoha menegaskan bahwa tidak ada mediasi yang dilakukan, dan pihaknya akan terus maju di persidangan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar