Peran Perawat dalam Menangani Pasien IGD RSUD Dr. H Slamet Martodirdjo

Peran Penting Perawat dalam Pelayanan Kesehatan


RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo adalah satu-satunya rumah sakit negeri yang berada di Kabupaten Pamekasan. Selain itu, terdapat juga beberapa rumah sakit swasta yang memiliki fungsi serupa, yaitu melayani pasien yang membutuhkan perawatan medis. Sebagai mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (UNAIR), kami ingin mengetahui bagaimana standar operasional prosedur (SOP) diterapkan dalam pelayanan pasien di rumah sakit tersebut. Kami tidak hanya melihat SOP yang tersedia, tetapi juga mengamati langsung proses pelayanan dari awal hingga akhir.

Kami beruntung mendapatkan izin dari seorang perawat senior untuk mengikuti aktivitas di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Saat pengamatan dilakukan, banyak pasien datang dengan berbagai kondisi, termasuk pasien kritis dan korban kecelakaan. Proses pelayanan dimulai dari pintu masuk lobi IGD, di mana suara panggilan pendaftaran terdengar dan tenaga kesehatan bergerak cepat. Di sini, kami belajar bagaimana perawat menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan.

Proses Registrasi dan Triase

Langkah pertama setiap pasien dimulai dari meja registrasi. Kami mengamati bagaimana pasien menyerahkan kartu identitas, menjelaskan keluhan mereka, dan petugas administrasi atau perawat mencatat data secara rinci. Meskipun antrean cukup panjang, pelayanan tetap ramah. Dari sinilah perjalanan penanganan pasien dimulai, dan kami menyadari betapa terstruktur cara kerja rumah sakit ini.

Setelah registrasi selesai, pasien diarahkan ke area triase. Di sini, perawat bekerja dengan fokus tinggi. Ada pasien kecelakaan lalu lintas yang tampak kesakitan, serta pasien dengan sesak napas dan demam tinggi. Perawat melakukan pemeriksaan suhu, nadi, tekanan darah, dan tingkat kesadaran secara cepat dan tepat. Meski tindakan dilakukan dengan profesional, suasana tetap tenang dan menenangkan, yang ternyata mampu memberikan ketenangan pada pasien dan keluarganya.

Penanganan Awal dan Ruang Tindakan

Setelah pemeriksaan awal, sebagian pasien diarahkan ke ruang tindakan. Di sini, kami melihat proses pemasangan infus, pembersihan luka, hingga penanganan darurat ringan. Perawat berkoordinasi dengan dokter, mencatat kondisi pasien, menjelaskan prosedur singkat, dan memastikan pasien memahami apa yang sedang dilakukan. Beberapa pasien tampak tegang, namun sikap lembut perawat benar-benar mampu meredakan kecemasan mereka. Kami juga sempat memotret seorang pasien dengan luka, dan rasanya sangat berat melihat tugas seorang perawat yang harus tetap profesional meskipun kondisi pasien sering kali mengkhawatirkan.

Rawat Jalan dan Interaksi dengan Pasien

Bagi pasien dengan kondisi stabil atau keluhan ringan, mereka diarahkan ke poli untuk rawat jalan. Di sini, interaksi perawat lebih banyak berupa komunikasi dan perdampingan. Mereka tidak hanya melayani secara teknis, tetapi juga memberi arahan dengan bahasa yang mudah dipahami agar pasien benar-benar mengerti apa yang harus dilakukan setelah pulang.

Rawat Inap dan Suasana Emosional

Tidak semua pasien bisa pulang hari itu, beberapa harus menjalani rawat inap. Kami melihat bagaimana perawat mengatur tempat tidur pasien, mengecek infus, memberikan obat, dan memastikan kebutuhan dasar pasien terpenuhi. Di ruang ini, suasana lebih tenang tetapi terasa lebih emosional. Ada pasien yang ditemani keluarga, ada yang sendirian, dan ada yang masih menahan rasa sakit.

Kesimpulan

Dari pengamatan ini, kami menyadari bahwa pelayanan kesehatan bukan hanya tentang obat, alat medis, atau tindakan medis. Semua itu tidak akan berjalan tanpa adanya sikap manusiawi dari perawat. Mereka adalah orang pertama yang menyambut pasien dan sering kali orang terakhir yang mengantar pemulihan mereka. Melihat langsung bagaimana mereka bekerja membuat kami semakin yakin terhadap profesi yang kami tekuni. Ada campuran antara ketelitian, ketangguhan, dan ketulusan yang tidak bisa dipalsukan dalam pekerjaan ini.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan