Percepat Penanganan Banjir Sumatra, Kades Diberi Kewenangan Gunakan Dana Desa

Percepat Penanganan Banjir Sumatra, Kades Diberi Kewenangan Gunakan Dana Desa

Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Dipercepat

Pemerintah terus mempercepat proses pemulihan wilayah yang terdampak bencana longsor dan banjir bandang di tiga provinsi yaitu Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Meskipun banyak desa yang hilang secara fisik maupun administratif akibat kerusakan infrastruktur dan pemerintahan yang lumpuh, upaya pemulihan tetap dilakukan dengan berbagai strategi.

Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memberikan fleksibilitas kepada kepala desa di daerah terdampak untuk menggunakan Dana Desa dalam rangka revitalisasi rumah dan pemukiman warga yang terkena dampak bencana. Kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat respons di tingkat dasar, mengingat Dana Desa merupakan sumber pendanaan yang paling cepat dapat diakses oleh pemerintah desa.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes) PDT Yandri Susanto menjelaskan bahwa tantangan terbesar pasca bencana adalah kehilangan banyak desa baik secara fisik maupun administratif. Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pada pemulihan wilayah yang terdampak.

"Yang menjadi pekerjaan rumah sekarang itu banyak desa yang hilang, pemerintahnya pun lumpuh, maka dari itu kami akan fokus ke sana saat ini," ujar Yandri Susanto di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (12/12/2025).

Selain penggunaan Dana Desa, pemerintah juga sedang fokus pada pengiriman bantuan langsung ke lokasi bencana untuk memulihkan fungsi pelayanan dasar yang terputus di tingkat desa. Langkah ini dimaksudkan untuk memastikan semua layanan kembali normal dan membantu masyarakat dalam membangun kembali kehidupan mereka.

"Kami di Kementerian Desa terus memerlukan donasi, dan dengan bantuan dari sana sini, Insya Allah memastikan semua pelayanan akan kembali normal," tambahnya.

Langkah-langkah tersebut diharapkan menjadi stimulus awal bagi masyarakat desa untuk membangun kembali ekonomi dan kehidupan mereka. Proses pemulihan ini juga menekankan prinsip gotong royong dan partisipasi aktif dari warga dalam setiap tahapan pemulihan.

Strategi Pemulihan yang Dilakukan

  • Fleksibilitas Penggunaan Dana Desa: Kepala desa diberikan kebebasan untuk menggunakan Dana Desa dalam pemulihan rumah dan pemukiman warga.
  • Bantuan Langsung ke Lokasi Bencana: Upaya pengiriman bantuan langsung dilakukan untuk memulihkan layanan dasar yang terganggu.
  • Partisipasi Masyarakat: Masyarakat didorong untuk terlibat aktif dalam proses pemulihan melalui prinsip gotong royong.

Tantangan yang Dihadapi

Meski ada upaya pemulihan, beberapa tantangan masih dihadapi, antara lain:

  • Kerusakan infrastruktur yang parah.
  • Pemerintahan desa yang lumpuh akibat bencana.
  • Kehilangan desa secara fisik dan administratif.

Dengan adanya kebijakan fleksibel dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. Pemerintah juga terus mencari sumber dana tambahan untuk mendukung upaya pemulihan ini.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan