Perempuan Malang Diberi Literasi Digital oleh Bank Indonesia, Ungkap Modus Penipuan

Perempuan Malang Diberi Literasi Digital oleh Bank Indonesia, Ungkap Modus Penipuan

Edukasi PeKA: Memperkuat Literasi Digital Perempuan di Era Ekonomi Digital

Bank Indonesia Malang kembali menggelar kegiatan edukasi Perlindungan Konsumen (PeKA) dalam rangka memperkuat literasi digital dan kewaspadaan masyarakat, khususnya perempuan. Kegiatan ini bertajuk "Kosmonitalk 'Perempuan Mandiri Siap Upgrade Diri'" yang diselenggarakan pada Jumat (12/12/2025). Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang risiko digital serta memberikan wawasan yang lebih luas terkait keuangan, hukum, dan kesehatan mental.

Kegiatan ini menyasar sebanyak 200 perempuan dari wilayah Malang Raya. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, tetapi fokus utamanya adalah pada perempuan yang sering kali menjadi pengambil keputusan utama dalam pengelolaan keuangan keluarga. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap ketahanan ekonomi rumah tangga.

Tiga Prinsip Utama PeKA yang Harus Dipahami

Dalam edukasi tersebut, Bank Indonesia menekankan tiga prinsip utama dalam perlindungan konsumen, yaitu:

  • Peduli: Memahami manfaat dan risiko sebelum melakukan transaksi digital.
  • Kenali: Mengecek situs resmi, identitas pengirim pesan, serta keabsahan QRIS yang digunakan.
  • Adukan: Melaporkan aktivitas mencurigakan melalui kanal resmi jika ditemukan indikasi penipuan.

"Contohnya, saat ingin berbelanja online, pastikan platformnya resmi. Jika ada pesan WhatsApp yang mencurigakan, kenali pengirimnya. Begitu juga dengan QRIS, pastikan merchant-nya sesuai. Intinya, tetap waspada," ujar Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Siti Nurfalinda.

Pentingnya Kolaborasi dalam Pemberdayaan Perempuan

Menurut Siti Nurfalinda, kolaborasi dengan komunitas seperti Kosmonita sangat penting dalam menjaring audiens yang lebih luas. "Jika BI jalan sendiri, jangkauannya terbatas. Dengan kolaborasi seperti ini, lebih banyak masyarakat yang bisa mendapat edukasi," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perempuan menjadi sasaran utama karena mereka sering kali menjadi pengambil keputusan utama dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. "Coba lihat di rumah tangga, siapa yang dominan memegang keuangan? Perempuan, ibu. Mayoritas transaksi sehari-hari terutama belanja online itu dilakukan wanita. Maka penting bagi perempuan untuk waspada," jelasnya.

Menghadapi Ancaman Digital yang Semakin Canggih

Siti Nurfalinda juga mengingatkan masyarakat akan semakin tingginya modus penipuan digital. Mulai dari pesan WhatsApp hingga rekayasa komunikasi berbasis AI. "Digitalisasi itu berkembang pesat dan membawa manfaat. Tapi di balik itu, penipuan juga semakin banyak caranya. Ada lewat WA, ada juga yang memanfaatkan akal-akalan AI. Maka masyarakat harus tetap waspada," katanya.

Meski mengingatkan soal risiko, BI tetap mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan digital. Namun, pengalaman positif harus menjadi prioritas agar terhindar dari beberapa risiko penipuan digital. "Kami ingin digitalisasi semakin meluas, karena ini kebutuhan zaman. Tapi di sisi lain, masyarakat harus tetap merasakan pengalaman digital yang aman dan positif," ujarnya.

Respons Positif dari Peserta

Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari para peserta. Salah satu peserta, Sisca Angelina, mengatakan bahwa edukasi ini sangat penting karena di era digital kita perlu sebuah edukasi. "Ketika kita tahu bahwa akan ada indikasi penipuan di sana, dengan adanya edukasi ini maka kita nggak akan termakan penipuan yang dapat menjerat keuangan kita," katanya.

Ia juga berharap kegiatan ini bisa lebih masif lagi diselenggarakan. Terutama menyasar kepada perempuan-perempuan yang fokus di bidang UMKM. "Harusnya kegiatan ini harus lebih nyasar ke banyak perempuan terutama untuk pelaku UMKM. Karena mereka lebih bersentuhan dengan transaksi keuangan. Ini bagus dan harus ditingkatkan lagi," tandasnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan