Perempuan Sarmi Diandalkan Pimpin Pembangunan Strategis

Perempuan Sarmi Diandalkan Pimpin Pembangunan Strategis

Musda Perempuan Sarmi: Memperkuat Peran Wanita dalam Pembangunan Berkelanjutan

Musda Perempuan Sarmi, yang merupakan kegiatan penting bagi organisasi perempuan di Kabupaten Sarmi, digelar untuk menentukan arah gerakan organisasi selama lima tahun ke depan. Acara ini diselenggarakan pada Jumat, 12 Desember 2025, di Kafe Rasya-Garsa, Sarmi.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kabupaten Sarmi, Femie Kreuw, secara resmi membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata perempuan dalam pembangunan daerah. Ia berharap melalui Musda ini, perempuan Sarmi semakin bersatu dan mengambil peran strategis dalam berbagai sektor kehidupan.

Perempuan Sarmi harus tampil sebagai pelopor yang berdaya saing dan mampu berkarya demi kemajuan yang berkelanjutan, ujarnya.

Musda kali ini mengusung tema: Perempuan Sarmi Bersatu, Berdaya Saing dan Berkarya yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan dengan Subtema: Memperkuat Kapasitas Perempuan Sarmi sebagai Fondasi Sumber Daya Manusia Unggul dan Pembangunan Berkelanjutan. Tema ini mencerminkan semangat kolektif untuk mendorong peran perempuan dalam pembangunan.

Femie Kreuw juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi perempuan dalam menciptakan kebijakan inklusif dan program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat akar rumput. Ia menyebut, partisipasi aktif perempuan adalah kunci tercapainya pembangunan berkeadilan dan berkelanjutan.

Agenda Utama Musda

Musda ini direncanakan berlangsung selama satu hari penuh dan menjadi momentum penting dalam menentukan arah gerakan perempuan Sarmi lima tahun ke depan. Adapun empat program utama yang menjadi agenda pembahasan dalam Musda ini yakni, rapat evaluasi kinerja badan pengurus periode sebelumnya, pembentukan badan pengurus baru, serta pembahasan program kerja ke depan.

Kegiatan ini juga diselingi dengan pemasangan tanda pengenal peserta dan pemberian palu sidang kepada pimpinan sidang sebagai simbol dimulainya proses Musda. Selain itu, para peserta diajak untuk merefleksikan capaian dan tantangan selama masa kepengurusan sebelumnya, sekaligus mempersiapkan langkah-langkah strategis ke depan. Diskusi berlangsung dinamis dengan menekankan pada peningkatan kapasitas dan kemandirian perempuan di sana.

Partisipasi Tokoh Perempuan

Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh perempuan dari berbagai kalangan, termasuk anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) utusan perempuan asal Sarmi, serta perwakilan dari Jayapura yang mewakili perempuan Tabi. Kehadiran tokoh-tokoh perempuan ini menambah semangat solidaritas dalam memperkuat peran perempuan di daerah.

Selain itu, peserta sidang berasal dari berbagai kampung dan distrik. Hal ini menunjukkan bahwa Musda ini tidak hanya menjadi ajang pembahasan internal organisasi, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat jaringan dan kolaborasi antar komunitas perempuan di wilayah Sarmi.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan