Peresmian SR di Kalsel, bertemu Presiden Prabowo Subianto siswa ingin mengutarakan cita-cita

Peresmian SR di Kalsel, bertemu Presiden Prabowo Subianto siswa ingin mengutarakan cita-cita

nurulamin.pro, BANJARBARU -  Program Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin terus memberikan pengalaman berharga bagi siswanya. Mereka pun berkesempatan berjumpa dengan Presiden Prabowo Subianto, yang rencananya berkunjung ke sekolah ini pada Senin (12/1) untuk meresmikan Program Sekolah Rakyat (SR) secara nasional.

Sekitar enam bulan menempuh pendidikan berasrama, peserta yang berasal dari keluarga tidak mampu merasakan perubahan positif. Mereka tidak hanya berkesempatan sekolah gratis, tetapi juga menerima kenyamanan belajar, dilatih disiplin hingga memiliki cita-cita.

Hal ini dirasakan M Ikhsan Utamian, yang masuk SRT 9 Banjarbaru pada 14 Juli 2025. “Alhamdulillah nyaman. Senang bisa bertemu teman-teman dan saya merasa lebih disiplin,” ujar anak petani tersebut, Minggu (11/1).

Perasaan senada disampaikan Muhammad Rian Setiawan, yang juga telah enam bulan bersekolah di SRT 9 Banjarbaru. Lingkungan belajar dan fasilitas yang nyaman membuatnya betah tinggal di asrama. “Setiap ruangan ada AC,” ujarnya.

Meski kerap merindukan orangtua, Rian memilih bertahan demi fokus menuntut ilmu.

Rian pun menceritakan aktivitas hariannya bersama teman-teman yang terjadwal rapi. Bangun untuk salat subuh, kemudian bersiap sekolah, belajar hingga sore, apel malam dan istirahat. Jadwal belajar, beribadah dan berkegiatan lain yang dijalani setiap hari ini membentuk kedisiplinan.

Tak hanya kenyamanan dalam menimba ilmu, SRT 9 Banjarbaru juga menjadi tempat tumbuhnya harapan dan cita-cita para siswa. Setelah tahu ada rencana Presiden ke sekolahnya, mereka kompak ingin bertemu dan berbicara dengan kepala negara.

“Jika bertemu Pak Presiden, saya mau mengutarakan cita-cita jadi tentara,” kata Nabil asal Banjarmasin.

“Kalau saya mau sampaikan, saya akan kepingin jadi polisi,” timpal Rian.

Persiapan peresmian Sekolah Rakyat (SR) secara nasional dipantau Menteri Sosial Saifullah Yusuf. “Akan diresmikan atau diluncurkan secara resmi Sekolah Rakyat rintisan di 166 titik,” katanya.

Kepala Biro Humas Kementerian Sosial, Devi Deliani, menyatakan persiapan terus berjalan secara intensif, termasuk koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalsel. “Untuk pengisi acara, kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan Gubernur. Anak-anak yang akan tampil juga sudah dipersiapkan sekolah,” ujarnya.

Devi menjelaskan, seluruh penampil dalam acara tersebut berasal dari siswa-siswi Sekolah Rakyat, mengingat kegiatan ini merupakan agenda peluncuran resmi program tersebut. “Presiden ingin melihat langsung bagaimana Sekolah Rakyat berjalan dan memberi manfaat,” ujarnya.

Kepala SRT 9 Banjarbaru, Rifki Hakim, mengatakan dari sisi sekolah, tidak ada lagi pekerjaan fisik yang dilakukan. “Untuk SRT, insya Allah semuanya sudah dipersiapkan. Hari ini tinggal finishing non-fisik, seperti pembersihan. Mulai besok ruangan-ruangan sudah disterilkan,” ujarnya, Minggu. Sementara siswa terus melakukan latihan untuk tampil saat kunjungan Presiden.

Dalam agenda kunjungan, Presiden Prabowo direncanakan memasuki area sekolah melalui jalur utama, lalu meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga amfiteater dan home theater.

Di lokasi tersebut, Presiden dijadwalkan menyaksikan penampilan seni khas Banjar serta berdialog dengan siswa dan orangtuanya.

“Identitas daerah tetap kami tampilkan. Akan ada kesenian Banjar sebagai bentuk penghormatan dan kebanggaan lokal,” kata Rifki.

Selain itu, Presiden direncanakan makan siang bersama siswa di ruang makan. “Jika Pak Prabowo berkenan akan makan siang bersama siswa di Sekokah Rakyat,” ucap Rifki.

Setelah itu, kunjungan dilanjutkan ke asrama lalu menuju panggung utama acara peresmian.

Di panggung utama, sejumlah penampilan disiapkan, di antaranya paduan suara dan ucapan terima kasih dari siswa yang dikemas dalam bentuk teatrikal.

Rifki menjelaskan SRT 9 Banjarbaru merupakan sekolah terpadu karena menaungi dua jenjang pendidikan sekaligus, yakni SMP dan SMA. Saat ini terdapat dua kelas SMP dengan 50 siswa dan dua kelas SMA dengan 75 siswa, sehingga total keseluruhan siswa berjumlah 125 orang.

Para siswa berasal dari hampir seluruh kabupaten/kota di Kalsel. Seluruhnya berasal dari keluarga desil 1 dan 2, atau kategori kurang mampu dan miskin ekstrem. “Dari ujung kaki sampai ujung kepala semuanya gratis. Bahkan kebutuhan mandi, sabun, sampai keperluan pribadi lainnya juga disiapkan,” ungkap Rifki.

Selain pendidikan formal dengan kurikulum nasional, sekolah ini juga menekankan pendidikan karakter dan pengembangan minat bakat. Pembinaan karakter dan keagamaan menjadi salah satu fokus utama, disertai pelatihan vokasi sesuai minat siswa, seperti pertanian, berkebun, musik, hingga pelatihan menjadi pembawa acara (MC) profesional dengan menghadirkan pelatih khusus.

Demi kenyamanan peserta, asrama dibuat setara hotel bintang tiga dan ruang kelas dibikin bak kampus modern. Satu kamar ditempati dua siswa. Setiap kamar dilengkapi AC, kamar mandi dalam, meja belajar, kursi, dan lemari pakaian.

Tersedia pula, musala berkapasitas 120 orang, amphitheater outdoor yang bisa menampung hingga 100 orang untuk kegiatan terbuka. Sekolah bahkan dilengkapi gelanggang olahraga, lapangan futsal, badminton, serta area gym. (lis)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan