
Peringatan Santo dan Santa Pelindung Hari Ini
Hari ini, Sabtu 3 Januari 2025, kita merayakan pesta nama Yesus yang Tersuci. Nama Yesus memiliki makna yang sangat dalam dalam iman Kristen. Dalam kitab Injil Lukas 1:30-31, malaikat Gabriel memberitahu Maria bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang putra yang harus diberi nama Yesus. Nama ini berarti "Penebus" atau "Penyelamat", yang menunjukkan peran penting Yesus dalam keselamatan manusia.
Yesus juga disebut sebagai "Penebus" karena Ia datang untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Dalam kitab Matius 1:20-21, malaikat Gabriel juga memberitahu Yusuf bahwa anak yang ada di dalam kandungan Maria adalah dari Roh Kudus dan bahwa Ia akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Dengan demikian, nama Yesus memiliki kekuatan ilahi yang luar biasa.
Kekuatan Ilahi dalam Nama Yesus
Dalam perjalanan sejarah Gereja, para rasul menggunakan nama Yesus untuk melakukan mukjizat dan mewartakan Injil dengan penuh semangat dan keberanian. Contohnya, Petrus dan Yohanes menyembuhkan orang lumpuh di pintu gerbang Kenisah atas nama Yesus. Santo Paulus juga memuji nama Yesus dalam surat Filipi 2:9-11, di mana ia berkata bahwa Allah meninggikan Yesus dan memberikan-Nya nama di atas segala nama, sehingga setiap lidah mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.
Banyak orang kudus kemudian mengikuti jejak Santo Paulus dengan memperdalam devosi kepada Nama Yesus. Mereka antara lain St. Bernardinus, St. Yohanes Kapistrano, dan Santo Ignatius dari Loyola. Mereka semua mengakui kekuatan dan kebenaran nama Yesus dalam hidup mereka.
Santo Anterus, Paus dan Martir
Santo Anterus berasal dari Yunani dan terpilih menjadi Paus pada masa itu. Ia memimpin gereja hingga wafatnya pada tanggal 3 Januari 236. Ia ditangkap dan dianiaya hingga mati karena mencatat aktivitas para martir lainnya dan menyimpan catatan tersebut dalam arsip kepausan. Kuburannya ditemukan kembali pada tahun 1854 di ruang bawah pekuburan Santo Kalistus, Roma.
Santo Fulgensius, Uskup dan Pengaku Iman
Santo Fulgensius adalah seorang warga negara yang baik yang rela mengabdikan dirinya bagi bangsa dan tanah airnya. Ia bekerja sebagai pengawal pemerintah di kota Kartago dalam dinas perpajakan. Meskipun pekerjaannya sering membosankan, ia menemukan kedamaian batin melalui buku komentar Mazmur dari St. Agustinus. Buku ini membimbingnya ke jalan hidup membiara sebagai seorang rahib yang saleh.
Kedamaian batinnya tiba-tiba terganggu oleh serangan kaum Arian. Seorang imam Arian menyuruh orang Numidia menyiksa Fulgensius. Namun, ia menolak untuk membalas dendam dan mempercayakan masalah tersebut kepada Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan akan bertindak sesuai kehendak-Nya.
Fulgensius menghadapi banyak tantangan selama hidupnya. Ia diasingkan ke pulau Sardinia bersama Uskup Ortodoks dan menulis banyak buku pembelaan iman. Setelah kematian Arius, ia kembali ke keuskupannya dan menjalankan tugasnya seperti biasa. Ia wafat pada tahun 533 setelah menyepi di sebuah pulau.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar