Perluas Peserta, BPJS Kesehatan Cibinong Tingkatkan Kerja Sama dengan Pemkab Bogor

Perluas Peserta, BPJS Kesehatan Cibinong Tingkatkan Kerja Sama dengan Pemkab Bogor

Capaian JKN di Kabupaten Bogor Mendekati Target Universal Health Coverage

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Bogor kini telah mencapai 97,96 persen dari total masyarakat. Angka ini hanya kurang 0,04 persen lagi untuk mencapai target Universal Health Coverage (UHC), yang merupakan upaya pemerintah dalam memastikan semua warga memiliki akses layanan kesehatan.

Dalam acara Media Gathering yang diselenggarakan di Restoran Pagi Sore Bogor, Jalan Pajajaran, Kota Bogor, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cibinong, M Ichwansyah Gani, menyampaikan capaian tersebut. Ia menjelaskan bahwa hingga 1 November 2025, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Bogor mencapai angka tersebut dan memerlukan sinergi kuat dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya agar bisa mencapai target UHC sebesar 98 persen.

Saat ini, Kabupaten Bogor hanya membutuhkan tambahan 2.525 jiwa untuk mencapai target tersebut. Meski begitu, masih terdapat 120.041 jiwa penduduk yang belum terdaftar sebagai peserta JKN. Selain itu, ada 1.101.718 peserta yang tidak aktif, dengan jumlah terbesar berasal dari segmen PBPU (Penerima Bantuan Iuran).

Perkembangan Program JKN dan Strategi Pengembangan Layanan

Dalam acara tersebut, BPJS Kesehatan Kantor Cabang Cibinong juga menyampaikan perkembangan capaian Program JKN, efektivitas penggunaan layanan, serta arah transformasi mutu layanan kesehatan. Menurut Ichwansyah, melalui berbagai langkah strategis, BPJS Kesehatan terus memastikan layanan JKN semakin berkualitas dan dapat diakses merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bogor.

Secara nasional, program JKN menunjukkan peran yang semakin signifikan dalam sistem kesehatan Indonesia. Hingga Desember 2024, total pemanfaatan layanan mencapai 4,088 miliar kunjungan. Total biaya layanan yang telah dibayarkan mencapai Rp1.087,35 triliun, dengan rata-rata 1,89 juta peserta per hari memanfaatkan layanan kesehatan melalui JKN.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa Program JKN bukan hanya skema jaminan kesehatan, tetapi telah menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Program ini memastikan bahwa setiap orang memiliki akses ke layanan yang melindungi, membantu, dan menyelamatkan, ujar Ichwansyah.

Inovasi dalam Pelayanan dan Digitalisasi

BPJS Kesehatan akan terus berinovasi melalui perluasan layanan administrasi berbasis digital. Beberapa layanan yang diperkenalkan antara lain aplikasi Mobile JKN, layanan antrean online, dan kemudahan akses informasi. Di fasilitas kesehatan, standar pelayanan juga terus diperkuat agar peserta mendapatkan layanan medis yang responsif, nyaman, dan setara.

Kami ingin peserta juga merasakan pelayanan yang lebih praktis, lebih cepat, dan tanpa pembedaan. Transformasi mutu layanan yang saat ini kami jalankan adalah wujud komitmen untuk memberikan pengalaman terbaik kepada peserta, tegas Ichwansyah.

Penerapan Tata Nilai Organisasi dan Kolaborasi

Ichwansyah menambahkan bahwa BPJS Kesehatan akan terus melakukan penerapan tata nilai organisasi, yaitu Integritas, Pelayanan Prima, Kolaborasi, dan Inovatif. Hal ini dilakukan untuk memastikan layanan berjalan transparan dan akuntabel.

Kami akan terus menyosialisasikan Kode Etik, mekanisme pelaporan pelanggaran (Whistleblowing System), dan ketentuan gratifikasi untuk memastikan layanan berjalan transparan dan akuntabel, tuturnya.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah dan Fasilitas Kesehatan

Sebagai upaya memperluas cakupan kepesertaan dan memastikan keberlanjutan JKN, BPJS Kesehatan Cabang Cibinong terus memperkuat sinergi bersama Pemerintah Daerah melalui Nota Kesepakatan (NK) untuk segmen PBPU Pemda.

Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan tentunya rekan-rekan media merupakan kunci keberhasilan JKN di Kabupaten Bogor, tegas Ichwansyah.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan