nurulamin.proJohn Herdman kini berada di tengah perjalanan baru setelah satu tahun menganggur sejak skandal yang menimpa kariernya di sepak bola Kanada. Kini, ia mencoba membangun kembali reputasinya dengan bergabung bersama timnas Indonesia.
Sebelumnya, Herdman dikenal sebagai pelatih yang sukses dalam membawa timnas putri Kanada meraih medali perunggu Olimpiade dan timnas putra Kanada ke Piala Dunia 2022. Namun, prestasi tersebut kini tercoreng oleh sebuah skandal besar yang melibatkannya.
Skandal itu terjadi saat Herdman masih melatih timnas Kanada. Investigasi independen dari Canada Soccer, federasi sepak bola Kanada, mengungkap bahwa aksi mata-mata menggunakan drone dimulai sejak era kepemimpinannya pada 2018. Aksi ini tidak dilakukan seperti biasanya, yaitu hanya memantau pertandingan lawan dari tribun stadion. Justru, Herdman diketahui mengirimkan orang untuk menerbangkan drone di markas latihan tim lawan agar bisa mengetahui strategi mereka sebelum pertandingan.
Pengungkapan skandal ini terjadi di Olimpiade 2024 ketika timnas putri Kanada di bawah asuhan Bev Priestman terbukti melakukan pengintaian. Hal ini menunjukkan bahwa praktik tidak etis ini telah berlangsung selama beberapa tahun dan mungkin sudah menjadi bagian dari sistem pelatihan tim Kanada.
Herdman akhirnya terbukti melanggar kode disiplin Canada Soccer dalam sidang yang digelar Maret 2025. Meski demikian, hukuman yang diberikan hanya berupa surat peringatan, meskipun sejumlah media menuntut sanksi lebih berat, seperti larangan seumur hidup.
Dalam pernyataannya, Herdman membela diri dengan menyatakan bahwa ia selalu memimpin dengan integritas, transparansi, dan rasa hormat terhadap olahraga. Ia juga menyatakan bekerja sama sepenuhnya dalam proses investigasi dan memberikan presentasi lengkap kepada Komite Disiplin. Meski situasi ini sangat sulit, ia tetap bangga dengan pencapaian yang telah diraih bersama Canada Soccer dan berharap dapat terus melanjutkan perjalanan di dunia sepak bola.
Kini, Herdman tampaknya akan melatih timnas Indonesia di Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030. Namun, banyak pihak khawatir apakah ia akan kembali melakukan trik curang seperti yang pernah dilakukannya di Kanada.
- Penggunaan drone untuk memata-matai sesi latihan lawan adalah tindakan yang sangat tidak etis dan bertentangan dengan prinsip fair play dalam olahraga.
- Skandal ini tidak hanya merusak reputasi Herdman, tetapi juga mencoreng citra sepak bola Kanada secara keseluruhan.
- Meski mendapat hukuman ringan, para penggemar sepak bola Kanada berharap ada tindakan lebih tegas untuk menjaga integritas olahraga.
- Dengan bergabungnya Herdman ke Indonesia, publik sepak bola Indonesia harus tetap waspada dan memastikan bahwa praktik curang tidak terulang di negara ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar