nurulamin.proPersebaya Surabaya sukses mencuri tiga poin penting usai menaklukkan Madura United FC dengan skor tipis 1-0 pada laga lanjutan BRI Super League pekan ke-18. Pertandingan panas ini digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Pamekasan, Jawa Timur, Sabtu malam, dan berlangsung dalam tensi tinggi sejak menit awal.Gol tunggal kemenangan Bajul Ijo dicetak oleh Bruno Moreira Soares pada menit ke-73. Gol tersebut menjadi pembeda di laga yang berjalan ketat, sekaligus memastikan Persebaya pulang dengan kemenangan berharga dari kandang rival sekawasan Pulau Madura.
Sejak babak pertama, kedua tim tampil terbuka dan saling jual beli serangan. Madura United yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri tampil percaya diri dan berani menekan, sementara Persebaya tak tinggal diam dengan mengandalkan kecepatan lini depan mereka.
Beberapa peluang sempat tercipta dari kedua kubu, namun solidnya lini pertahanan serta penampilan disiplin para penjaga gawang membuat skor kacamata bertahan hingga turun minum. Duel fisik dan adu strategi mewarnai jalannya babak pertama.
Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin meningkat. Madura United dan Persebaya sama-sama menaikkan intensitas serangan demi memecah kebuntuan. Namun titik balik laga terjadi pada menit ke-66, saat penyerang Madura United, Jorge Ambrosio Mendonça, harus menerima kartu merah akibat pelanggaran keras.
Bermain dengan sepuluh pemain membuat keseimbangan permainan Madura United terganggu. Situasi ini dimanfaatkan Persebaya untuk terus menekan pertahanan tuan rumah yang mulai kehilangan fokus dan stamina.
Tekanan beruntun akhirnya berbuah hasil.
Bruno Moreira Soares muncul sebagai pahlawan Persebaya setelah sukses menaklukkan kiper Miswar Saputra pada menit ke-73. Gol tersebut membuat stadion terdiam dan mengubah skor menjadi 1-0 untuk tim tamu.
Tertinggal satu gol, Madura United mencoba bangkit dengan mengubah skema permainan dan mengandalkan serangan cepat. Beberapa peluang sempat tercipta, namun rapatnya pertahanan Persebaya membuat upaya tuan rumah selalu kandas.
Di sisa waktu pertandingan, Persebaya memilih bermain lebih disiplin dengan memperkuat lini belakang. Strategi ini terbukti efektif meredam agresivitas Madura United hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.
Pelatih Madura United, Carlos Parreira, mengakui timnya memiliki peluang, terutama di babak kedua. Namun ia menyesalkan kegagalan anak asuhnya memanfaatkan kesempatan menjadi gol. Kekalahan ini pun menjadi pukulan bagi Laskar Sape Kerrap, sementara Persebaya semakin percaya diri menatap persaingan ketat BRI Super League musim 2025/2026.***
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar