
Tanggapan Pelatih Persebaya Surabaya atas Denda Rp 250 Juta
Pelatih karteker Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, memberikan respons terkait denda sebesar Rp 250 juta yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada tim beralias Bajul Ijo. Denda tersebut diberikan karena insiden yang terjadi saat Persebaya menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (22/11/2025) lalu, yang berakhir dengan skor imbang 1-1.
Dalam putusan Komdis PSSI, denda tersebut merupakan akumulasi dari empat pelanggaran yang dilakukan oleh suporter dan panitia pelaksana pertandingan. Berikut adalah rincian masing-masing pelanggaran:
- Penyalaan petasan sebanyak 6 kali, denda sebesar Rp 120 juta.
- Pelemparan air minum kemasan, roti, dan paper roll, denda sebesar Rp 30 juta.
- Panitia pelaksana pertandingan dinilai gagal menjaga ketertiban dan keamanan, termasuk terjadinya kerusuhan serta korban luka, denda sebesar Rp 40 juta.
- Beberapa suporter Persebaya memasuki area pinggir lapangan dari Tribun Utara setelah pertandingan berakhir, denda sebesar Rp 60 juta.
Uston Nawawi mengakui bahwa kekecewaan suporter Persebaya, Bonek, wajar mengingat timnya gagal meraih kemenangan dalam laga yang berlangsung di kandang sendiri. Laga ini memiliki nilai gengsi tinggi, mengingat rivalitas antara Persebaya dan Arema FC yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Ia juga menyampaikan bahwa sebelum pertandingan, Persebaya berhasil mencatatkan enam kemenangan beruntun saat menjamu Arema FC. Hal ini membuat para pendukung sangat menantikan kemenangan di laga tersebut.
"Saya lihat memang Bonek sudah semakin dewasa," ujar Uston Nawawi.
"Jadi saya harap bisa dikurangi hal-hal seperti itu," tambahnya.
"Memang semua rindu kemenangan, tapi tetap dukung kami sebagaimana biasanya (tidak melanggar aturan)," imbuhnya.
Uston Nawawi menekankan pentingnya dukungan positif dari suporter, meskipun kekecewaan terhadap hasil pertandingan wajar dirasakan. Ia berharap para pendukung dapat tetap menjaga sikap yang sopan dan tidak melakukan tindakan yang melanggar aturan.
""
Ia juga menyampaikan bahwa kekecewaan Bonek dan Bonita bisa dipahami, namun perlu diimbangi dengan cara mendukung yang lebih bijak. Menurutnya, dukungan yang baik akan membantu tim untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih baik di masa depan.
Selain itu, Uston Nawawi berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Ia menilai bahwa suporter Persebaya kini semakin sadar akan tanggung jawab mereka sebagai pendukung tim. Hal ini menjadi langkah awal yang positif menuju penggemar sepak bola yang lebih profesional dan beretika.
""
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar