
Persebaya Surabaya Dalam Tenggat Waktu Penunjukan Pelatih Baru
Persebaya Surabaya kini sedang dalam situasi yang sangat mendesak. Tim asal Surabaya ini tengah mencari pelatih baru untuk mengisi posisi kepala pelatih setelah kontrak dengan Eduardo Perez berakhir. Lima nama kandidat pelatih mulai muncul dan memicu diskusi sengit di kalangan suporter, yang dikenal sebagai Bonek.
Situasi ini semakin memperparah karena batas pendaftaran pelatih di Liga 1 sudah sangat dekat. Namun, manajemen Persebaya belum memberikan pengumuman resmi tentang siapa yang akan menjadi pelatih baru. Hingga tanggal 12 Desember 2025, Persebaya masih belum memiliki pelatih kepala setelah mengakhiri kontrak Eduardo Perez pada 22 November 2025. Kondisi ini membuat para suporter gelisah karena persiapan tim di paruh musim terancam tidak ideal.
Sejak pemutusan kontrak tersebut, tim sementara ditangani oleh pelatih interim, Uston Nawawi. Eks gelandang Persebaya ini berhasil membawa Green Force mencuri satu poin saat bertanding melawan PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie. Pertandingan berjalan intens sejak menit awal dengan jual beli serangan yang tak henti-hentinya, meski akhirnya berakhir dengan skor imbang 11.
Hasil tersebut membuat Persebaya tertahan di peringkat sembilan dengan 18 poin. Catatan ini semakin menegaskan pentingnya kehadiran pelatih baru agar tim bisa kembali stabil.
Regulasi Liga 1 menyebutkan bahwa klub diberi waktu 30 hari untuk mendaftarkan pelatih kepala setelah mengirim pemberitahuan pemutusan kontrak. Jika terlambat, klub wajib membayar denda Rp100 juta pada periode 30 hari pertama. Jika terlambat lagi, dendanya naik menjadi Rp200 juta dan bisa terus meningkat. Aturan ini membuat manajemen Persebaya harus bergerak cepat sebelum tanggal jatuh tempo.
Dengan perhitungan dari pemberitahuan pemecatan pada 22 November dan kewajiban pemberitahuan maksimal tiga hari, tenggat 30 hari jatuh pada 25 Desember 2025. Artinya, pelatih baru harus sudah datang sebelum laga menghadapi Persijap Jepara pada 28 Desember 2025.
Persebaya masih punya dua laga pada Desember: menjamu Borneo FC pada 20 Desember, lalu tandang ke Persijap pada 28 Desember. Momentum inilah yang disebut-sebut sebagai titik ideal untuk memperkenalkan pelatih baru.
Di tengah ketidakpastian ini, akun fanbase @stats_rawon merilis lima kandidat pelatih beserta persentase popularitasnya. Bocoran itu langsung menyebar cepat karena beberapa nama dianggap cukup mengejutkan. Menunggu dan menunggu. Tapi biasanya bakal diumumkan seminggu atau sepuluh hari sebelum pertandingan lanjutan, tulis @stats_rawon.
Daftar yang dirilis fanbase tersebut adalah sebagai berikut:
- Bernardo Tavares 35%
- Pep Munoz 36%
- Shin Tae-yong 10%
- Lainnya 5%
- Uston Nawawi 4%
- Thomas Doll 2%
Nama teratas adalah Pep Munoz dengan 36 persen, menjadikannya kandidat terkuat versi suporter. Pelatih asal Spanyol ini dianggap cocok mengembangkan skuad muda Persebaya.
Di belakangnya ada Bernardo Tavares (35 persen), sosok yang dikenal punya rekam jejak solid di kompetisi Indonesia. Banyak pendukung memandangnya sebagai pelatih yang mampu memberi kestabilan permainan.
Shin Tae-yong berada di urutan ketiga dengan 10 persen. Meskipun persentase kecil, kehadirannya tetap memancing rasa penasaran karena reputasinya di level tim nasional.
Kategori lainnya mendapat 5 persen, menandakan peluang hadirnya nama di luar rumor yang beredar. Uston Nawawi mendapat 4 persen meskipun statusnya kini hanya pelatih sementara.
Thomas Doll melengkapi daftar dengan 2 persen. Meski kecil, kehadirannya memperlihatkan betapa luasnya spekulasi di kalangan suporter.
Fanbase tersebut menyebut pengumuman pelatih biasanya muncul seminggu hingga sepuluh hari sebelum laga lanjutan. Jika pola itu dipakai, besar kemungkinan kabar resmi hadir pada pertengahan atau akhir Desember.
Situasi Persebaya kini masuk fase penentuan. Tim membutuhkan stabilitas taktik dan mental untuk mengarungi laga-laga penting di awal tahun. Pergantian pelatih berpotensi menjadi momen kebangkitan.
Manajemen pun dituntut tidak salah langkah. Regenerasi pemain mudayang selama ini menjadi identitas Persebayaharus tetap terjaga.
Lima nama calon pelatih yang beredar menunjukkan betapa besarnya ekspektasi Bonek. Mereka berharap pelatih baru tak hanya membawa pola permainan segar, tapi juga memahami kultur Green Force.
Waktu semakin sempit, namun peluang membuat kejutan tetap terbuka. Publik Surabaya kini menunggu dengan harap-harap cemas.
Dengan tenggat 25 Desember yang makin dekat, semua mata tertuju ke Gerbang Timur Gelora Bung Tomo. Siapa pun yang dipilih, ia akan memikul ekspektasi besar untuk mengangkat performa Persebaya di sisa musim ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar