Persetujuan Israel Jadi Syarat Indonesia Masuk OECD, Ini Pernyataan Airlangga


aiotrade.CO.ID – JAKARTA.

Proses aksesi Indonesia sebagai anggota penuh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) membutuhkan persetujuan bulat dari seluruh negara anggota organisasi tersebut. Hal ini termasuk persetujuan dari Israel, yang telah menjadi anggota OECD sebelumnya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa proses aksesi ini mensyaratkan adanya kesepakatan tanpa keberatan (unanimous) dari semua negara anggota OECD.

Menurut Airlangga, posisi Indonesia dalam hubungan dengan Israel sudah jelas dan sepenuhnya sesuai dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menegaskan bahwa jika Israel dapat menyelesaikan isu politik dengan Palestina, maka Indonesia akan dapat melanjutkan proses aksesi OECD.

“Bapak Presiden sudah jelas dalam pidato di PBB, dan saya pikir itu sudah menjadi jelas bahwa apabila Israel menyelesaikan issue secara politik dengan Palestina, maka di situlah proses mengenai Indonesia. Jadi, tidak ada statement lain kecuali statement Pak Presiden di dalam pidato PBB,” ujar Airlangga dalam Konferensi Pers terkait Perkembangan Proses aksesi OECD Indonesia, Kamis (11/12/2025).

Dalam sidang PBB, Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia akan mengakui Israel jika Israel mengakui Palestina. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjamin status kenegaraan Palestina. Selain itu, jika Israel mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, Indonesia akan segera mengakui negara Israel serta memberikan jaminan terhadap keamanan Israel.

Airlangga menambahkan bahwa Presiden telah menegaskan bahwa Indonesia hanya akan mempertimbangkan langkah-langkah terkait normalisasi hubungan jika Israel menyelesaikan persoalan politik fundamental dengan Palestina. Ia juga menekankan bahwa tidak ada pernyataan lain dari pemerintah selain apa yang telah disampaikan secara resmi oleh Presiden dalam forum internasional tersebut.

Selama minggu ini, tim Sekretariat OECD berkunjung ke Indonesia untuk memberikan dukungan langsung dalam percepatan aksesi Indonesia. Tim OECD membahas persiapan tahap tinjauan teknis dengan perwakilan kementerian dan lembaga pemerintah. Kehadiran tim ini menunjukkan komitmen OECD terhadap proses aksesi Indonesia.

Pemerintah Indonesia memiliki target untuk menjadi anggota OECD pada 2027 mendatang. Dengan berbagai persiapan yang dilakukan, termasuk diskusi dengan negara-negara anggota OECD, diharapkan proses aksesi bisa berjalan lancar dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Beberapa hal yang perlu dipenuhi oleh Indonesia dalam proses aksesi antara lain:

  • Penyusunan kebijakan ekonomi yang sesuai dengan standar OECD.
  • Peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan.
  • Pengembangan sistem pendidikan dan kesehatan yang lebih baik.
  • Penguatan kerja sama internasional dalam berbagai bidang.

Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang baik, Indonesia berharap dapat menjadi anggota penuh OECD dan memperkuat posisinya di kancah internasional.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan