Persib Bandung Masuk 16 Besar ACL: Jadwal, Format, Analisis Lawan

Persib Bandung Masuk 16 Besar ACL: Jadwal, Format, Analisis Lawan

Jadwal dan Lawan Potensial Persib Bandung di Babak 16 Besar ACL 2

Persib Bandung akan menghadapi babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) pada musim 2025-2026. Undian atau drawing babak ini akan digelar pada 30 Desember 2025 mendatang. Skuad Maung Bandung, sebagai juara Grup G wilayah Timur, akan berhadapan dengan salah satu runner-up dari Grup E, F, atau H. Format pertandingan babak 16 besar menggunakan sistem dua leg home-and-away, dengan agregat gol menjadi penentu kelolosan ke perempat final. Jika agregat imbang, maka akan dilanjutkan ke extra time dan adu penalti.

Leg pertama babak 16 besar ACL 2 akan digelar pada 3-4 Maret dan 10-11 Maret 2026. Sementara untuk leg kedua, pertandingan akan berlangsung pada 4-5 Maret dan 11-12 Maret 2026. Drawing ACL 2 juga menentukan urutan home-away, kecuali final yang akan digelar dalam bentuk single match pada 17 Mei 2026 di venue netral wilayah Barat.

Calon Lawan Potensial Persib Bandung

Persib Bandung memiliki empat calon lawan potensial di babak 16 besar ACL 2. Berikut adalah detail masing-masing tim:

1. Pohang Steelers (Grup H)

Pohang Steelers finis sebagai runner-up Grup H dengan 10 poin dari lima laga. Meski kalah saing head-to-head dari Tampines Rovers, mereka unggul selisih gol +4. Tim yang telah lima kali juara K League 1 ini tampil solid di ACL 2, dengan kemenangan 2-0 atas Kaya-Iloilo dan BG Pathum United, serta hasil imbang 1-1 melawan Tampines Rovers.

Pemain kunci seperti Lee Ho-jae (2 gol) dan Cho Sang-hyeok menjadi ancaman bagi lini pertahanan Persib. Pertahanan Pohang juga kuat, hanya kebobolan dua gol sejauh ini. Tim ini memiliki pengalaman Asia yang kaya, termasuk via Korean FA Cup 2024. Meskipun belum ada catatan head-to-head antara kedua tim, gaya pressing tinggi ala K League bisa menjadi tantangan bagi lini tengah Persib.

2. Cong An Ha Noi (Grup E)

Cong An Ha Noi tampil inkonsisten di Grup E dengan rekor 1 menang, 2 seri, dan 1 kalah dari empat laga. Namun, mereka berpotensi menjadi runner-up jika menang akhir melawan Wofoo Tai Po. Tim V.League 1 ini kuat di kandang, dengan hasil imbang dramatis 4-4 melawan Beijing Guoan.

Bintang Timnas Vietnam seperti Vitao menjadi motor serangan, tetapi konversi peluang mereka rendah (hanya 25 persen shot on target jadi gol). Persib memiliki keunggulan rekor regional lawan Vietnam, tetapi Cong An Ha Noi memiliki kedalaman skuad eks polisi militer dengan disiplin tinggi.

3. Beijing Guoan (Grup E)

Beijing Guoan mengalami kesulitan di Grup E, dengan hasil seri 4-4 melawan Cong An Ha Noi setelah unggul 4-1. Cedera kiper Han Jiaqi (ACL) melemahkan pertahanan tim. Tim CSL ini melakukan rotasi banyak di debut ACL 2 pasca-4 tahun absen.

Meski kalah saing poin, Beijing Guoan memiliki skuad mahal seperti Nureli Abbas. Performa buruk saat bermain away, kebobolan 3 gol telat lawan Vietnam, menjadi celah bagi Persib. Sejarah Guoan di Asia solid, tetapi performa buruk pada 2025 (7-0 menang domestik tapi gagal grup) membuat peluang Persib mencapai 60 persen.

4. Ratchaburi FC (Grup F)

Ratchaburi FC impresif di Grup F ACL 2, finis sebagai runner-up dengan 9 poin dari lima laga (3 menang, 0 seri, 2 kalah). Mereka mencetak 15 gol dan kebobolan 6. Kemenangan telak 7-0 atas Eastern SC di matchday 4, diikuti drama 2-0 comeback lawan Nam Dinh FC menit akhir matchday 5.

Ratchaburi FC memulai grup buruk dengan dua kekalahan awal, tetapi bangkit ganas: menang 5-1 atas Eastern di laga kandang. Lalu sukses pesta gol di laga away skor telak 7-0. Di matchday 5, Sidcley (90'+2) dan Ikhsan Fandi (90'+5) menyelamatkan poin krusial lawan Nam Dinh, samakan head-to-head. Laga penutup vs Gamba Osaka (0-2 kalah) tidak mengganggu posisi kedua, selisih gol +9 unggul.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan