Pertunjukan Mens Rea dari Pandji Pragiwaksono jadi viral, sorotan ketua Stand Up Indo Balikpapan

Pertunjukan Mens Rea dari Pandji Pragiwaksono jadi viral, sorotan ketua Stand Up Indo Balikpapan
Ringkasan Berita:
  • Pertunjukan Stand Up Comedy bertajuk Mens Rea dari Pandji Pragiwaksono viral setelah tayang di Netflix
  • Pertunjukan Mens Rea sudah selesai digelar di 11 kota termasuk di Kota Balikpapan
  • Ketua Komunitas Stand Up Indo Balikpapan, Goppi Aziz menyebut Pandji Pragiwaksono adalah pembuka jalan bagi banyak terobosan di dunia stand up comedy
  • Geliat stand up comedy di Balikpapan disebut Goppi Aziz juga terus berkembang dengan karakter materi yang beragam
 

nurulamin.pro, BALIKPAPAN - Pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea yang dibawakan Pandji Pragiwaksono menjadi viral setelah tayang di platform streaming, Netflix.

Pandji Pragiwaksono jadi sorotan setelah tayangan Mens Rea diputar di platform streaming bahkan sejumlah pihak disebut melaporkan komika yang kini tinggal di New York, Amerika Serikat tersebut.

Pertunjukan Mens Rea sendiri sebenarnya sudah digelar Pandji Pragiwaksono sejak April-Agustus 2025 di sebelas kota di Indonesia, termasuk Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Sebagai catatan, pertunjukan Mens Rea di Balikpapan digelar 12 Juli 2025 di Gedung Kesenian.

Untuk pertunjukan Mens Rea di Balikpapan, sebelum show Pandji Pragiwaksono ada tiga pembuka, satu pembuka nasional (Zahra Petani) dan dua komika Kota Minyak sebagai opener lokal (Goppi Aziz dan Kinan).

Komedi yang dibawakan Pandji Pragiwaksono disebut sebagai fenomena komedi tepi jurang yakni gaya komedi satir yang membahas isu sensitif seperti politik, sosial, atau hukum dengan cara frontal, tajam, dan seringkali kontroversial, menggunakan humor untuk mengkritik atau menyindir secara mendalam, layaknya berdiri di bibir jurang yang berbahaya.

Sabtu (10/1/2026) Ketua Komunitas Stand Up Indo Balikpapan, Goppi Aziz menegaskan, pengaruh besar komika nasional seperti Pandji Pragiwaksono memang menjadi pembuka jalan bagi banyak terobosan di dunia stand up comedy Indonesia.

Bahkan, baginya, fenomena komedi kritik dari Pandji Pragiwaksono akan banyak menginspirasi komika lainnya untuk menyampaikan aspirasi lewat tawa.

"Kalau aku lihat, Pandji itu selalu jadi pembuka jalan. Mulai dari tour, digital download, sampai arah materi.

Jadi enggak menutup kemungkinan nanti akan ada komika-komika lain yang juga berani menyuarakan kritik dengan cara mereka sendiri," ujar Goppi Aziz yang juga menjadi pembuka show Mens Rea Pandji Pragiwaksono di Balikpapan

Meski begitu, Goppi menegaskan, materi stand up comedy tidak wajib berisi kritik politik.

Sebab, baginya, komedi tetaplah komedi, dengan tujuan utama untuk menghibur penontonnya.

Harus Paham Substansi

"Bisa jadi media kritik, tapi enggak wajib. Yang wajib itu lucu dulu.

Kalau mau kritik, harus paham substansinya, jangan asal ngomong. Harus sesuai fakta dan argumennya kuat," 

Ia juga mengatakan, ruang berekspresi bagi komika tentunya tetap terbuka lebar, selama dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Bahkan, di Balikpapan, geliat stand up comedy juga terus berkembang dengan karakter materi yang beragam. 

Mulai dari pengalaman pribadi, masalah dengan pasangan, tekanan pekerjaan hingga sosial dan politik. 

Sehingga, menurutnya, tak ada larangan bagi komika Balikpapan yang ingin membawakan materi "tepi jurang".

Bahkan, ia mengakui, dirinya juga termasuk komika yang sesekali menyelipkan sindiran politik dalam materi. 

"Sama seperti kesenian pada umumnya, enggak ada batasan. Kalau mau bahas politik, boleh. Saya sendiri juga pernah bawain materi seperti itu di beberapa panggung," ungkapnya.

Namun, ia menekankan, panggung yang digunakan untuk materi sensitif biasanya bersifat eksklusif dan tertutup, sehingga tidak semua publik bisa mengaksesnya secara bebas.

Terlebih, materi "tepi jurang" tersebut mesti tetap dibarengi dengan data dan fakta yang tepat nan cerdas. 

"Sejauh ini belum pernah ada teguran atau protes langsung. Karena memang panggungnya disiapkan khusus.

Kalau pun diunggah ke media sosial, biasanya sudah dikurasi atau disensor untuk meminimalisir risiko, terutama buat komikanya sendiri," jelasnya.

Goppi Aziz juga menilai, baik penonton anak muda maupun orang tua sama-sama cukup responsif terhadap materi-materi kritis.

Bahkan reaksi dari penonton cenderung positif.

"Dua-duanya responsif. Biasanya ketawa-ketawa sambil bilang, ‘iya ya, iya ya’.

Jadi bukan marah, tapi lebih ke refleksi sambil ketawa," katanya.

(nurulamin.pro/Ardiana Kinan)

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan