Perubahan Konsumsi Masyarakat Diumumkan dalam Sensus Ekonomi 2026


berita, JAKARTA Perubahan pola konsumsi dan belanja masyarakat dalam 10 tahun terakhir akan menjadi fokus utama dalam kegiatan Sensus Ekonomi 2026 yang direncanakan berlangsung pada kuartal I/2026. Perubahan ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam cara masyarakat mengakses layanan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Model perilaku belanja masyarakat yang semakin mengandalkan teknologi digital dan sistem pembayaran tanpa uang tunai (cashless) telah mengubah lanskap ekonomi secara keseluruhan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa masyarakat kini lebih akrab dengan layanan digital, transaksi elektronik, serta belanja melalui aplikasi. Menurutnya, pergeseran ini bukan sekadar gaya hidup, tetapi merupakan transformasi struktural yang memengaruhi berbagai sektor bisnis, mulai dari warung kecil hingga perusahaan besar.

Di tengah perubahan yang cepat ini, Sensus Ekonomi 2026 menjadi alat penting untuk memahami bagaimana pola konsumsi masyarakat saat ini dan arah perekonomian Indonesia, katanya.

Perkembangan Ritel Modern dan Layanan E-Grocery

Pertumbuhan ritel modern dan layanan e-grocery menjadi contoh nyata dari perubahan ini. Minimarket bermunculan di hampir setiap sudut kota dan desa, menawarkan kenyamanan serta standar layanan yang konsisten. Di sisi lain, layanan belanja kebutuhan pokok melalui aplikasi juga semakin diterima, terutama oleh generasi muda dan keluarga urban yang mengutamakan kepraktisan.

Fenomena ini tidak bisa dianggap remeh karena mengubah persaingan ritel sekaligus memengaruhi rantai pasok barang kebutuhan harian, tambahnya.

Namun, modernisasi tidak sepenuhnya menghilangkan keberadaan pasar tradisional. Banyak pasar tradisional masih bertahan, bahkan menjadi pilihan utama bagi masyarakat di tengah kenaikan harga dan kebutuhan akan bahan makanan segar. Hubungan sosial antara pedagang dan pembeli, fleksibilitas tawar-menawar, serta harga yang sering kali lebih kompetitif membuat pasar tradisional tetap relevan.

Menurut Amalia, tantangan yang dihadapi pasar tradisional kini berbeda. Mereka harus bersaing dengan kenyamanan aplikasi digital, tuntutan higienitas yang lebih tinggi, serta selera konsumen yang semakin cepat berubah.

Untuk mengetahui apakah pasar tradisional masih cukup kuat atau justru sedang mengalami penurunan, kita memerlukan data yang benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan, ujarnya.

Struktur Ekonomi Daerah

Kegiatan Sensus Ekonomi 2026 sangat penting sebagai agenda bersama. Sensus ini tidak hanya mencatat jumlah usaha atau kategori lapangan usaha, tetapi memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana perilaku konsumen membentuk struktur ekonomi daerah.

Sensus akan membantu menjawab pertanyaan yang sulit dijawab dengan asumsi: apakah toko-toko kecil di perkotaan mulai kehilangan pelanggan? Seberapa besar pertumbuhan usaha daring di daerah? Apakah e-grocery hanya fenomena kota besar atau sudah menjangkau wilayah lain? Dan bagaimana posisi pasar tradisional di tengah dominasi ritel modern? kata Amalia.

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah. Daerah yang pasarnya masih kuat membutuhkan dukungan revitalisasi, bukan digeser oleh dominasi toko waralaba. Sementara itu, daerah yang mengalami lonjakan belanja online mungkin membutuhkan infrastruktur logistik yang lebih baik. Tanpa data yang akurat, kebijakan cenderung bias, reaktif, dan tidak menyentuh kebutuhan masyarakat.

Tantangan dan Peluang di Masa Depan

Pergeseran perilaku konsumen adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari. Namun, pemahaman terhadap perubahan ini tidak boleh hanya berdasarkan pengamatan sesaat atau tren media sosial.

Kami memerlukan potret yang komprehensif, dan Sensus Ekonomi 2026 memberi kesempatan langka untuk melihat perubahan itu secara menyeluruh. Dengan data yang kuat, Indonesia dapat merancang strategi ekonomi yang tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi benar-benar memanfaatkannya untuk kesejahteraan masyarakat luas, tutupnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan