Perwakilan Gen Z di Kepengurusan DPD PDIP Banten 2025-2030

Perwakilan Gen Z di Kepengurusan DPD PDIP Banten 2025-2030

Kepengurusan DPD PDIP Banten Periode 2025-2030 Diwarnai Kehadiran Generasi Muda

Struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDIP) Provinsi Banten periode 2025-2030 kini diisi oleh perwakilan generasi muda, termasuk dari kalangan Gen Z. Hal ini menunjukkan komitmen partai untuk memperkuat proses regenerasi dan memberikan ruang bagi pemimpin masa depan.

Ketua DPD PDIP Banten, Ade Sumardi, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya untuk memimpin partai di tingkat provinsi. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru ini akan memperkuat proses regenerasi partai dengan memberi ruang lebih besar bagi anak muda.

Regenerasi harus berjalan. Suatu saat kita akan digantikan oleh yang muda-muda, itu hukum alam. Karena itu, kita berkewajiban menyiapkan mereka untuk memimpin masa depan, kata Ade di sela-sela Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) serentak tingkat kabupaten/kota se-Provinsi Banten, Jumat (12/12/2025).

Acara yang digelar di GSG Hj. Megawati Soekarnoputri, Kota Serang mengusung tema Plasma Nutfah untuk Ibu Pertiwi. Dalam forum tersebut, Ade Sumardi resmi dikukuhkan kembali sebagai Ketua DPD PDIP Banten periode 20252030 oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. Sebelumnya, ia memimpin DPD PDIP Banten pada periode 20202025.

Selain itu, DPP PDIP juga menetapkan pengurus inti untuk lima tahun mendatang. Wanto Sugiarto ditunjuk sebagai Sekretaris menggantikan Asep Rahmatullah, sementara posisi Bendahara diisi oleh Marinus Gea. Pengumuman yang dibacakan berdasarkan surat keputusan DPP PDIP itu disambut riuh para kader yang hadir.

Generasi Muda Berkontribusi dalam Kepengurusan

Salah satu figur muda yang turut masuk dalam struktur kepengurusan adalah Abraham Garuda Laksono, anggota DPRD Banten dari generasi Z. Kehadirannya diharapkan membawa energi baru dan perspektif segar bagi partai.

Abraham menyampaikan bahwa keterlibatan anak muda dalam politik merupakan kebutuhan mendesak untuk memastikan masa depan yang lebih baik dan berkeadilan.

Saya datang membawa energi baru, semangat digitalisasi, dan idealisme anak muda. Sudah waktunya generasi saya ikut duduk dalam proses pengambilan keputusan, ujar Abraham.

Ia menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda tidak hanya terkait persoalan teknis, melainkan menyangkut hak untuk memperoleh masa depan yang lebih layak.

Pendidikan yang relevan, biaya hidup yang manusiawi, kesehatan mental, serta ekosistem ekonomi kreatif yang benar-benar berjalan adalah kebutuhan pokok Gen Z. Selain itu, literasi digital dan keamanan ruang daring juga harus menjadi agenda perjuangan kita, jelasnya.

Optimisme Terhadap Partisipasi Politik Anak Muda

Abraham optimistis bahwa tingkat partisipasi politik anak muda akan meningkat tajam dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Pemilih muda tidak boleh terus menjadi objek politik. Saya yakin Gen Z dan Gen Alfa akan tampil sebagai subjek yang menentukan arah kebijakan, baik di legislatif, eksekutif, maupun ruang-ruang inovasi, tambahnya.



Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan