
Program Budidaya Ikan Bandeng di Pulau Kelapa
Pulau Kelapa, yang terletak di Kepulauan Seribu, kini mengalami perubahan positif berkat program budidaya ikan bandeng yang digagas oleh PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES). Aktivitas ini tidak hanya menjadi sarana ekonomi bagi masyarakat setempat, tetapi juga memberikan peluang baru bagi pemuda untuk berkembang secara mandiri.
Kegiatan Awal yang Menarik Perhatian
Di akhir November lalu, Pulau Kelapa terasa lebih hidup dari biasanya. Di Pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Nyiur Melambai, sekelompok pemuda dari Karang Taruna mulai berkumpul dalam program budidaya ikan bandeng. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya untuk membuka jalan baru bagi masa depan mereka.
Program Kemandirian Pemuda yang digagas PHE OSES menitikberatkan pada pengembangan budidaya ikan bandeng, komoditas laut yang memiliki potensi besar jika dikelola dengan teknik yang tepat. Selama dua hari pelatihan, antusiasme terlihat jelas pada wajah dua puluh pemuda dari berbagai kelompok Karang Taruna dan Pokdakan.
Pelatihan Teknis dan Teori
Hari pertama pelatihan diisi dengan materi yang disampaikan oleh Mustafa, perwakilan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP). Ia menjelaskan pentingnya bekerja sebagai kelompok, bagaimana mengelola organisasi dengan rapi, berbagi peran, dan menjaga disiplin kerja.
Hari berikutnya, pelatihan berpindah ke laut. Di sini, Dr. Mugi Mulyono, Dosen Politeknik Ahli Usaha Perikanan dan pakar budidaya, memandu peserta dalam memahami cara kerja keramba jaring apung (K.JA), salah satu metode efektif untuk budidaya bandeng di perairan terbuka. Ia menjelaskan tentang pemilihan lokasi, kualitas benih, manajemen pakan, serta bagaimana membaca tanda-tanda kesehatan ikan di dalam keramba.
Diskusi dan Praktik Lapangan
Diskusi mengalir dengan cair. Para pemuda bertanya tentang kondisi keramba mereka yang sering dipengaruhi cuaca, air laut yang kadang berubah, dan bagaimana mengatur pola pakan agar tetap efisien. Setiap pertanyaan dijawab dengan contoh langsung termasuk saat mereka bersama meninjau keramba Makmur Jaya. Suara air yang memecah di sela jaring menjadi latar belajar yang tak ternilai.
Puncak kegiatan datang ketika peserta, bersama tim PHE OSES, menebar 3.500 benih bandeng ke dalam keramba Pokdakan Makmur Jaya. Benih-benih kecil itu berenang lincah, menandai langkah baru dalam perjalanan pemuda Pulau Kelapa menuju kemandirian ekonomi.
Harapan Masa Depan
Dr. Mugi yakin peluang itu nyata. "Bandeng laut memiliki potensi menjadi produk premium," ujarnya. "Jika dikelola dengan baik dan dikembangkan bersama kegiatan wisata bahari serta kuliner, Pulau Kelapa dapat memiliki produk unggulan yang bernilai ekonomi tinggi."
Sekretaris Lurah Pulau Kelapa, Ardian, yang sejak awal mendukung kegiatan ini, juga tak bisa menyembunyikan optimismenya. Baginya, pelatihan ini lebih dari sekadar transfer pengetahuan, ini adalah investasi jangka panjang untuk generasi muda pulau. "Siapa tahu suatu hari nanti, Pulau Kelapa punya kuliner khas berbahan bandeng," tuturnya.
Hal senada datang dari Fahmi, perwakilan Karang Taruna. Bagi ia dan teman-teman sebayanya, pelatihan ini membuka cakrawala baru. "Kami jadi lebih percaya diri. Semoga ini menjadi langkah awal untuk usaha yang lebih besar," katanya.
Visi dan Tujuan PHE OSES
Head of Communication Relations & CID PHE OSES Indra Darmawan menjelaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya Perusahaan untuk menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar wilayah operasi. "Kami ingin memberi ruang bagi pemuda untuk tumbuh mandiri. Budidaya bandeng kami lihat sebagai peluang konkret yang bisa mereka kelola dan kembangkan," ujarnya.
Kini, di antara debur ombak dan keramba yang terapung tenang, para pemuda Pulau Kelapa menata masa depan mereka dengan cara baru. Budidaya bandeng bukan lagi sekadar rutinitas perikanan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ia telah berubah menjadi platform pembelajaran, ruang kolaborasi, dan harapan bagi ekonomi lokal yang lebih kuat. Dan seperti benih-benih kecil yang dilepas ke laut, harapan itu kini mulai tumbuh pelan, tetapi pasti.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar