Pidato Tahun Baru 2026: Pujian Xi Jinping pada Kemajuan Teknologi China dan Tekad Ambil Alih Taiwan

Pidato Tahun Baru 2026: Xi Jinping Menggarisbawahi Kemajuan Teknologi dan Kedaulatan China

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, dalam pidato Tahun Baru 2026 yang disiarkan melalui media pemerintah, menunjukkan optimisme terhadap kemajuan teknologi dan ekonomi negaranya. Ia juga kembali menegaskan posisi Beijing terkait Taiwan, menjadikan isu ini sebagai bagian penting dari pesan utama dalam pidato tersebut.

Dalam pidato yang diadakan pada malam 31 Desember 2025, Xi menggarisbawahi capaian Tiongkok di berbagai sektor strategis. Mulai dari kecerdasan buatan, semikonduktor, hingga eksplorasi luar angkasa. Tayangan visual yang menyertai pidato menampilkan simbol-simbol kemajuan teknologi, seperti robot humanoid yang memperagakan seni bela diri kung fu, proyek pembangkit listrik tenaga air, serta infrastruktur lainnya.

“Kami berupaya menggerakkan pembangunan berkualitas tinggi melalui inovasi,” ujar Xi, seraya menyampaikan apresiasi kepada rakyat Tiongkok atas kontribusi mereka terhadap pertumbuhan ekonomi nasional selama lima tahun terakhir. Hal ini mencerminkan bahwa Tiongkok terus memprioritaskan pengembangan teknologi dalam rencana lima tahunannya.

Rencana Pembangunan Limas Tahun Berikutnya

Dalam pidato tersebut, Xi juga mengisyaratkan bahwa pihaknya sedang bersiap membahas rencana pembangunan lima tahun berikutnya dalam sidang legislatif nasional yang akan diadakan pada Maret mendatang. Agenda ini diperkirakan menjadi penentu arah kebijakan ekonomi dan teknologi Tiongkok dalam beberapa tahun ke depan.

Pentingnya kemandirian ilmu pengetahuan dan teknologi juga menjadi fokus utama dalam pidato Xi. Hal ini sejalan dengan meningkatnya pembatasan yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap akses Tiongkok pada teknologi tinggi, terutama semikonduktor dan komponen strategis lainnya. Menurut Xi, percepatan swasembada teknologi merupakan langkah krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya saing Tiongkok di tengah tekanan geopolitik global.

Peran Tiongkok dalam Diplomasi Global

Selain isu domestik, Xi juga menyebut sejumlah pertemuan dan agenda politik tingkat tinggi yang digelar Beijing sepanjang tahun lalu sebagai bukti meningkatnya peran Tiongkok dalam diplomasi global. Narasi ini memperkuat pesan bahwa Tiongkok tidak hanya fokus pada pembangunan internal, tetapi juga ingin tampil sebagai aktor kunci dalam tatanan internasional.

Namun, bagian pidato Xi yang kembali menarik perhatian dunia internasional adalah sikap tegasnya terkait Taiwan. Pulau yang berpemerintahan sendiri dan menganut sistem demokrasi itu kembali disebut sebagai bagian tak terpisahkan dari kedaulatan Tiongkok.

“Kami, orang-orang Tiongkok di kedua sisi Selat Taiwan, memiliki ikatan darah dan kekerabatan,” ujar Xi. Ia menambahkan bahwa “penyatuan kembali tanah air” merupakan tren sejarah yang “tidak dapat dihentikan.”

Latihan Militer di Sekitar Taiwan

Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa hari setelah Tiongkok menggelar latihan militer selama dua hari di sekitar Taiwan. Dalam latihan itu, Beijing meluncurkan roket serta mengerahkan pesawat tempur dan kapal perang. Pemerintah Tiongkok menyatakan latihan tersebut merupakan respons atas rencana penjualan senjata oleh Amerika Serikat kepada Taiwan.

Pemerintah Taiwan mengecam latihan militer tersebut. Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menyatakan bahwa langkah Tiongkok berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan. Meski demikian, Lai menegaskan, Taiwan akan bertindak secara bertanggung jawab dengan tidak meningkatkan eskalasi maupun memprovokasi konflik.

Pesan Utama dalam Pidato Tahun Baru

Pidato Tahun Baru 2026 Xi Jinping memperlihatkan dua pesan utama yang ingin disampaikan Beijing: optimisme terhadap kemajuan teknologi dan ekonomi domestik, serta sikap konsisten dan keras dalam isu kedaulatan, khususnya terkait Taiwan. Kombinasi kedua pesan tersebut menunjukkan bahwa memasuki tahun baru, Tiongkok tetap memposisikan inovasi teknologi sebagai fondasi kekuatan nasional, sembari mempertahankan garis tegas dalam isu geopolitik yang sensitif.

Bagi kawasan Asia Timur dan komunitas internasional, pernyataan Xi kembali menegaskan bahwa isu Taiwan akan terus menjadi salah satu titik panas geopolitik. Dengan implikasi luas terhadap stabilitas regional dan hubungan Tiongkok dengan Amerika Serikat serta negara-negara sekutunya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan