
Penyidikan Dugaan Korupsi di Sekretariat DPRD Pekanbaru Berjalan
Penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Pekanbaru kini berada pada tahap penyidikan. Setelah sebelumnya melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah pihak terkait, tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru melakukan penggeledahan besar-besaran di Kompleks DPRD Kota Pekanbaru.
Penggeledahan ini dilakukan setelah status perkara naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Sebelumnya, penyidik telah memanggil dan memeriksa beberapa pihak yang diduga mengetahui alur penggunaan anggaran. Salah satu yang dipanggil adalah Sekretaris DPRD Pekanbaru, Hambali Nanda Manurung.
Penggeledahan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pekanbaru, Niky Junismero. Proses penggeledahan dimulai sekitar pukul 13.30 WIB hingga menjelang malam. Selama proses tersebut, seluruh pintu dijaga ketat dan aktivitas di dalam gedung dihentikan sementara.
Aparatur sipil negara (ASN) yang berada di dalam ruangan diminta keluar, dan tidak seorang pun diperkenankan masuk ke area penggeledahan. Penggeledahan ini juga diawasi oleh personel TNI yang berpakaian sipil.
Tim Kumpulkan Alat Bukti
Kepala Kejari Pekanbaru, Silpia Rosalina, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Seksi Intelijen, Adhi Thya Febricar, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Ia mengatakan bahwa seluruh tindakan yang dilakukan penyidik merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang masih berjalan.
Tim masih bekerja mengumpulkan alat bukti, katanya singkat. Dari lokasi penggeledahan, penyidik dikabarkan menyita tiga boks dokumen serta sejumlah perangkat elektronik. Meski informasi ini tidak dibantah pihak Kejari, belum ada penjelasan lebih lanjut terkait isi barang-barang yang diamankan.
Berdasarkan informasi yang beredar, penyidikan ini berkaitan dengan penggunaan anggaran Sekretariat DPRD Pekanbaru Tahun Anggaran 2024. Fokus penyidik diduga mengarah pada penyimpangan anggaran Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) serta anggaran makan dan minum, dua pos yang dinilai rawan manipulasi.
Kedatangan Tim Penyidik
Seorang staf Sekretariat DPRD Pekanbaru menyebutkan, belasan petugas Kejari tiba di kantor DPRD usai Salat Jumat dengan menggunakan beberapa kendaraan dinas berpelat merah. Lebih dari 10 orang. Mereka datang setelah Salat Jumat, ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Risalah Persidangan DPRD Pekanbaru, Khairul, belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi. Hingga Jumat sore, penyidik terlihat membawa keluar tiga boks berkas dari ruang Sekretariat DPRD Pekanbaru.
Penyidikan kasus ini masih terus berlanjut, dan Kejari Pekanbaru meminta publik menunggu perkembangan resmi selanjutnya.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar