
Perayaan Piodalan Pura Jagatnatha Suryanata Banjarbaru
Pura Jagatnatha Suryanata Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), menjadi pusat perhatian ratusan umat Hindu pada Sabtu (3/1/2026). Lokasi pura yang berada di Kelurahan Guntungmanggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru ini merayakan Piodalan atau peringatan hari lahir Pura Puta Jagatnatha Suryanata Banjarbaru yang ke-23.
Perayaan dimulai sejak pagi hari dengan berbagai upacara keagamaan. Salah satu yang utama adalah Manusa Yadnya, yaitu upacara persembahan suci yang mencakup beberapa ritual seperti Upacara Teluk Bulanan, Menek Kelih, Upacara Potong Gigi, Mecaru, dan Ratu Pedanda Ngaturang Piodalan. Setiap ritual memiliki makna dan tujuan khusus dalam tradisi Hindu.
Di sore hari, acara inti Piodalan dihadiri oleh tokoh-tokoh Hindu di Banjarbaru serta perwakilan pemerintah setempat dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banjarbaru. Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan antarumat beragama dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya harmoni dalam masyarakat.
I Made Gede Subawa SAP MA dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) menjelaskan bahwa Piodalan ke-23 bertujuan untuk mengharmoniskan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam sekitar, dan manusia dengan sesama manusia. Ia menambahkan bahwa acara ini juga bertujuan untuk mendapatkan kesejahteraan lahir dan batin serta penyucian lingkungan dan alam sekitar.
Persiapan acara Piodalan telah dilakukan jauh-jauh hari oleh umat Hindu di Banjarbaru. Puncak acara Piodalan Pura Jagatnatha Suryanatha Banjarbaru ke-23 digelar tepat pada tanggal 3 Januari 2026. Ia berharap, ke depannya masyarakat dapat berhubungan harmonis dengan lingkungan, sesama umat beragama, dan masyarakat sekitarnya. Selain itu, ia berharap dapat menjalin hubungan yang erat dengan semua agama yang ada di Kota Banjarbaru khususnya.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Banjarbaru, Hidayat, yang hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa Pemko Banjarbaru sangat mendukung kegiatan kegamaan bagi umat agama apapun, termasuk Hindu. Ia menegaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini sangat mulia, yaitu untuk menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya.
Hidayat juga mengungkapkan bahwa situasi Kota Banjarbaru saat ini menunjukkan hubungan dan toleransi antar umat beragama yang cukup baik. Ia menyebutkan bahwa toleransi tinggi di bawah koordinasi dari FKUB yang ada di Kota Banjarbaru. Meskipun terkadang ada perselisihan kecil di masyarakat, hal tersebut dianggap sebagai bagian dari dinamika kehidupan.
Ritual dan Upacara dalam Piodalan
Berikut adalah beberapa ritual yang dilakukan selama perayaan Piodalan:
-
Upacara Teluk Bulanan
Ritual ini dilakukan untuk membersihkan diri secara spiritual dan memohon perlindungan dari Tuhan. -
Menek Kelih
Upacara ini melibatkan pembakaran dupa dan doa untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan. -
Upacara Potong Gigi
Ritual ini biasanya dilakukan untuk memperingati kelahiran atau peristiwa penting dalam kehidupan seseorang. -
Mecaru
Mecaru adalah upacara penghormatan kepada leluhur dan roh-roh yang telah tiada. -
Ratu Pedanda Ngaturang Piodalan
Upacara ini merupakan puncak dari perayaan Piodalan, di mana para pemimpin agama memberikan doa dan semangat kepada umat.
Gambar para umat Hindu sedang melakukan ritual dalam upacara Piodalan.
Para tokoh agama dan pejabat pemerintah hadir dalam acara Piodalan.
Pentingnya Piodalan dalam Budaya Hindu
Piodalan tidak hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi bentuk ekspresi kebudayaan yang kuat. Dalam acara ini, umat Hindu memperkuat ikatan antara diri sendiri dengan Tuhan, alam, dan sesama. Hal ini mencerminkan nilai-nilai kehidupan yang dipegang teguh dalam ajaran Hindu.
Selain itu, Piodalan juga menjadi ajang untuk mempererat hubungan antar komunitas. Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat dapat saling mengenal dan memahami perbedaan agama serta budaya. Ini sangat penting dalam membangun harmoni dan perdamaian di tengah keragaman.
Dengan demikian, Piodalan Pura Jagatnatha Suryanata Banjarbaru ke-23 bukan hanya sekadar perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat persaudaraan dan toleransi antar umat beragama.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar