PLOT TWIST! Ole Gunnar Solskjaer batal, muncul sosok baru jadi favorit pelatih anyar Manchester Unit

Carrick menyalip Solskjaer

Michael Carrick dan Ole Gunnar Solskjaer sama-sama telah menggelar pertemuan dengan CEO Omar Berrada dan direktur sepakbola Jason Wilcox. Dalam proses tersebut, Carrick dikabarkan tampil sangat meyakinkan dan sukses membuat kedua petinggi Manchester United itu terkesan, menurut klaim Daily Mail.

Solskjaer, yang menangani The Red Devils pada periode 2018–2021, sebelumnya dipandang sebagai kandidat utama. Namun, seiring perkembangan terbaru, Carrick kini diyakini menjadi sosok yang akan dipilih klub untuk menghidupkan kembali musim yang berjalan jauh dari ekspektasi usai dipimpin Ruben Amorim.

Rekam jejak Carrick

Carrick mengoleksi lima gelar Liga Inggris selama berseragam Manchester United sebelum pensiun pada 2018. Ia sempat menjabat sebagai karteker setelah Solskjaer dipecat pada 2021 dan sebelum kedatangan Ralf Rangnick. Dalam tiga laga, ia mempersembahkan dua kemenangan dan satu hasil imbang, mengalahkan Arsenal dan Villarreal serta menahan imbang Chelsea.

Pada 2022, Carrick ditunjuk sebagai manajer permanen Middlesbrough saat Boro berada di zona degradasi Championship. Pria berusia 44 tahun itu sukses membawa Boro ke babak play-off promosi pada musim pertamanya, lalu ke semifinal Piala Liga pada musim berikutnya. Namun, ia dipecat musim panas lalu setelah Middlesbrough finis di peringkat ke-10. Selain Man United, Carrick juga pernah memperkuat West Ham United dan Tottenham Hotspur semasa aktif bermain.

Derita Manchester United

Man United kalah melawan Brighton dengan skor 2-1 di kandang sendiri pada putaran ketiga Piala FA, Minggu (11/1). Hasil memalukan itu memastikan Liga Primer Inggris menjadi satu-satunya kompetisi yang tersisa bagi Setan Merah musim ini. Dengan demikian, mendapat tiket ke kompetisi Eropa kini dipandang sebagai target wajib.

Darren Fletcher, yang sementara ini memimpin tim setelah Amorim didepak, mengaku belum mengetahui arah keputusan klub. “Saya belum melakukan diskusi apa pun,” ujarnya. “Saya hanya tahu besok pagi harus melapor ke Carrington. Fokus saya sepenuhnya ada pada laga-laga terakhir ini. Tanggung jawab memimpin klub sebesar ini sangat besar dan saya kecewa tidak bisa meraih kemenangan.”

Manchester United yang semakin memalukan

Rentetan tanpa kemenangan Man United kini memanjang menjadi empat laga di semua kompetisi. Parahnya lagi, klub mencatat sebuah statistik yang amat memalukan: musim ini Man United hanya bisa memainkan maksimal 40 pertandingan—jumlah terendah sejak musim 1914/15 atau 111 tahun lalu (39 laga)—setelah tersingkir dari Piala Liga, Piala FA, dan sama sekali tak lolos kompetisi Eropa

Sebagai perbandingan, musim lalu Setan Merah menjalani 60 pertandingan, berkat perjalanan hingga final Liga Europa, perempat-final Piala Liga, dan putaran kelima FA Cup, di samping 38 laga Liga Inggris.

Fokus bangkit di derby Manchester

Dengan manajer karteker—kemungkinan besar Carrick alih-alih Solskjaer—diperkirakan diumumkan pekan depan, Man United akan langsung mengalihkan fokus ke laga besar. Mereka dijadwalkan menjamu rival sekota Manchester City dalam derbi besok Sabtu (17/1).

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan