Pola Juara Piala Super Spanyol Untungkan Barcelona, Blaugrana Tatap Gelar Liga Spanyol ke-29?

Ringkasan Berita:
  • Pola juara Piala Super Spanyol menguntungkan Barcelona yang pada edisi 2026 keluar sebagai jawara
  • Didikan Hansi Flick seolah membuka kans besar juara Liga Spanyol ke-29 musim 2025/26 nanti jika bisa melanjutkan polanya
  • Juru taktik Blaugrana ogah jemawa meskipun kondisi skuad-nya lebih baik ketimbang Real Madrid terlepas dari pola juara Piala Super Spanyol

nurulamin.pro- Barcelona dapat untung setelah menjuarai Piala Super Spanyol 2026 jika melihat pola juara dalam empat edisi terakhir bikin Blaugrana buka kans besar raih gelar Liga Spanyol ke-29.

Jika dirangkum, pola juara Piala Super Spanyol dalam empat edisi terakhir yakni sang juara selalu berhasil mengakhiri musim sebagai juara Liga Spanyol.

Sejak tahun 2022, dimulai dari Real Madrid yang menjadi juara Piala Super Spanyol, akhir musin berakhir sebagai jawara Liga Spanyol.

Barcelona juga mengalami pada 2023 ketika berhasil menjuarai Piala Super Spanyol, di sisa musim Liga Spanyol 2022/23 keluar sebagai juara.

Pola tersebut berulang sampai edisi 2025, dan kini menarik dikawal bagaimana akhir kisah di Liga Spanyol musim 2025/26.

Barcelona pun sebagai juara Piala Super Spanyol 2026 berharap kesuksesan kali ini bisa kembali menjadi batu loncatan untuk meraih prestasi serupa.

Kondisi Barcelona

Saat ini, Barca tengah dalam tren positif dengan menyapu bersih 10 kemenangan beruntun di semua kompetisi dan memuncaki klasemen Liga Spanyol, meski sempat tampil kurang konsisten di awal musim.

Momentum manis itu tampaknya didukung dengan kembalinya pemain kunci Barcelona hingga sedikitnya pemain yang absen dirangkum Goal.com.

Pedri dan Dani Olmo dilaporkan telah pulih sepenuhnya dan siap bermain. Selain itu, bek Ronald Araujo juga telah kembali ke skuad setelah menjalani istirahat panjang selama enam minggu

Sementara, pemain yang dipastikan absen hanyalah Gavi dan Andreas Christensen yang masih dalam tahap pemulihan cedera jangka panjang.

Posisi penjaga gawang, Barcelona mampu mengandalkan Joan Garcia yang tampil impresif di Liga Spanyol dengan beberapa kali menjadi MVP.

Performa Joan Garcia memberikan kelegaan bagi Hansi Flick di saat Ter Stegen sempat mengalami gangguan kecil pada lututnya.

Beda dengan rivalnya, Real Madrid, di posisi kedua klasemen Liga Spanyol 2025/26. Pemain El Real diterpa cedera khususnya dari bek seperti Eder Militao,Trent Alexander Arnold, dan gangguan yang didapat Antonio Rudiger.

Bahkan striker Los Blancis, Kylian Mbappe, mengawali tahun 2026 dengan cedera lutut yang membuatnya harus beberapa kali absen.

Pemain andalan lainnya, Brahim Diaz, absen karena harus membela timnas Maroko di ajang Piala Afrika 2026, namun akan kembali jika sudah selesai.

Kondisi Madrid yang cukup pelik bikin asuhan Xabi Alonso tampil kurang konsisten jika dibandingkan dengan Barcelona.

Hansi Flick Ogah Jemawa

Dari pola juara Piala Super Spanyol dan kondisi yang menguntungkan Barcelona, sang juru taktik, Hansi Flick ogah jemawa.

Raihan gelar Piala Super Spanyol jelas membuatnya bahagia karena catatan ini menegaskan rekor sempurnanya dengan memenangkan 8 final dari 8 kesempatan sebagai pelatih Barca.

Ia menuturkan bahwa energi yang saat ini cukup baik mengelilingi Barcelona ingin ia jaga dan jadi pelecut untuk menyongsong akhir musim 2025/26.

"Ini bukan tentang saya, ini tentang para pemain. Ini murni soal mentalitas dan kepercayaan diri 100 persen. Saya tidak pernah memikirkan masa lalu. Final hari ini penting, dan kemenangan selalu terasa spesial," ujarnya melansir laman Barca.

"Menang memberikan kami kepercayaan diri. Ketika Anda melihat tim ini, Anda akan mendapatkan perasaan yang baik. Semangat tim inilah yang paling saya sukai," pungkasnya mengutip Mundo Deportivo.

(nurulamin.pro/Niken)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan