Polda Metro Turunkan Tim Gegana dan Anjing Pelacak Amankan Natal

Polda Metro Jaya mengirimkan personel dari Tim Penjinak Bom (Jibom) dan anjing pelacak K9 untuk melakukan sterilisasi gereja serta sejumlah objek penting dalam rangka memastikan pelaksanaan ibadah Natal 2025 berjalan aman dan khidmat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budi Hermanto, menjelaskan bahwa sterilisasi dilakukan secara menyeluruh dan terus-menerus di 1.160 gereja yang melaksanakan ibadah Natal, serta di beberapa fasilitas publik.

“Tim Jibom dan K9 melakukan sterilisasi di gereja-gereja dan beberapa fasilitas publik untuk menjamin keamanan masyarakat selama rangkaian Natal dan Tahun Baru,” ujarnya saat memberikan keterangan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Rabu, 24 Desember 2025.

Budi menambahkan bahwa kegiatan pengamanan berlangsung selama Operasi Lilin Jaya 2025. Polda Metro Jaya mengerahkan sekitar 5.044 personel, yang terdiri dari 4.217 anggota Polri, 394 dari TNI, dan 433 dari pemerintah daerah.

“Inisial penjagaan disiagakan untuk 106 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Ada di beberapa titik wilayah DKI, termasuk bandara, terminal bus, dan stasiun kereta api,” tambah Budi.

Selain itu, Polda Metro Jaya juga menyiagakan personel di beberapa titik keramaian masyarakat, seperti di Bundaran HI, Monas, serta Ancol. Kemudian, juga di beberapa perhotelan dan mal yang menggelar pelaksanaan kegiatan Natal dan Tahun Baru. “Ini memberikan rasa aman kepada umat Kristiani untuk peribadatan berjalan dengan aman,” kata Budi.

Strategi Pengamanan yang Dilakukan

Pengamanan Natal 2025 tidak hanya fokus pada gereja, tetapi juga mencakup berbagai tempat umum yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Berikut adalah strategi utama yang diterapkan:

  • Sterilisasi total – Tim Jibom dan K9 bekerja sama untuk memeriksa setiap sudut gereja dan area vital agar tidak ada ancaman yang bisa mengganggu ibadah.
  • Penempatan personel di lokasi kritis – Personel ditempatkan di bandara, terminal, stasiun, serta pusat-pusat perbelanjaan untuk memastikan keamanan pengguna transportasi dan pengunjung mall.
  • Peningkatan patroli rutin – Petugas polisi dan TNI melakukan patroli berkala di sejumlah titik keramaian guna mencegah potensi gangguan keamanan.

Partisipasi Anggota TNI dan Pemerintah Daerah

Polda Metro Jaya melibatkan berbagai pihak dalam operasi pengamanan Natal 2025. Tidak hanya personel Polri, tetapi juga TNI dan pemerintah daerah turut serta dalam upaya memastikan keselamatan masyarakat.

  • Anggota TNI – Sebanyak 394 personel TNI dikerahkan untuk mendukung operasi pengamanan di berbagai titik strategis.
  • Personel pemerintah daerah – 433 petugas dari pemerintah daerah juga ikut serta dalam operasi ini, baik sebagai pengawal maupun pendukung logistik.

Peran Pos Pengamanan

Pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu menjadi bagian penting dalam operasi ini. Dengan adanya pos-pos tersebut, masyarakat dapat merasa lebih nyaman dan tenang selama masa liburan Natal dan Tahun Baru.

  • Pos pengamanan – Berfungsi sebagai titik pengawasan untuk mencegah tindakan yang tidak diinginkan.
  • Pos pelayanan – Memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan informasi atau layanan darurat.
  • Pos terpadu – Melibatkan berbagai instansi dalam satu tempat untuk meningkatkan koordinasi dan respons cepat.

Kesimpulan

Operasi Lilin Jaya 2025 telah menunjukkan komitmen Polda Metro Jaya dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Dengan partisipasi aktif dari berbagai pihak, termasuk TNI dan pemerintah daerah, serta penggunaan teknologi dan alat bantu seperti anjing pelacak, upaya ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan