Polda NTT umumkan 40 peserta lulus seleksi SIP 2026, seleksi ditegaskan bebas KKN dan transparan

Polda NTT umumkan 40 peserta lulus seleksi SIP 2026, seleksi ditegaskan bebas KKN dan transparan

SUARA FLORES– Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menegaskan komitmennya terhadap proses seleksi yang bersih dan profesional dalam Sidang Kelulusan Tingkat Panda Seleksi Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Tahun Anggaran 2026. Sidang ini digelar pada 31 Desember 2025 dan dipimpin langsung oleh Wakapolda NTT, Brigjen Pol Baskoro Tri Prabowo, S.I.K., M.H.

Acara tersebut menjadi puncak dari seluruh rangkaian seleksi yang telah dilaksanakan secara ketat dan bertahap. Hadir dalam sidang ini para Ketua Tim Seleksi, panitia, pengawas internal dari Itwasda dan Bidpropam, serta seluruh peserta seleksi SIP Panda Polda NTT.

Dalam sambutannya, Wakapolda menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh proses seleksi yang telah berlangsung. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap tahapan seleksi.

Seleksi SIP tahun ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) untuk Tes Kemampuan Komputer (TKK), yang dilaksanakan secara daring. Metode ini dipilih untuk memastikan proses seleksi berjalan secara objektif, transparan, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme.

Penerapan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) menjadi landasan utama dalam pelaksanaan seleksi. Hal ini sejalan dengan upaya Polda NTT dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Tingginya animo pendaftar menjadi bukti bahwa seleksi SIP semakin diminati. Tercatat sebanyak 273 peserta lolos verifikasi administrasi, terdiri dari 259 pria dan 14 wanita.

Dari jumlah tersebut, 123 peserta berhasil mengikuti seluruh tahapan seleksi hingga akhir. Mereka berasal dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda NTT.

Sidang kelulusan akhir dilaksanakan pada 30 Desember 2025 sesuai jadwal dari Panitia Pusat (Panpus). Proses penentuan kelulusan dilakukan melalui sistem perengkingan yang objektif berdasarkan kuota yang telah ditetapkan.

Hasilnya, 40 peserta dinyatakan lulus terpilih, terdiri dari 37 pria dan 3 wanita. Mereka dinyatakan lolos murni berdasarkan kemampuan dan kerja keras masing-masing peserta.

Wakapolda NTT menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang berhasil lolos. Ia berharap para peserta dapat mempersiapkan diri secara optimal sebelum mengikuti pendidikan di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri.

Dalam arahannya, Wakapolda juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pengawas yang telah bekerja dengan dedikasi tinggi. Ia menilai keberhasilan seleksi ini tidak lepas dari kerja keras semua pihak yang terlibat.

Ia kembali mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi prinsip BETAH dalam setiap proses seleksi. Menurutnya, hal ini menjadi kunci dalam menjaga kualitas dan integritas calon perwira Polri di masa depan.

Kepada peserta yang lulus, Wakapolda berpesan agar menjaga kondisi fisik dan mental selama masa pendidikan. Ia juga menekankan pentingnya disiplin, kepercayaan diri, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum dan etika.

Pendidikan SIP akan berlangsung selama lima bulan dan diharapkan dapat diikuti dengan sungguh-sungguh. Lulusan nantinya diharapkan mampu mengaplikasikan nilai-nilai profesionalisme dalam pelaksanaan tugas sebagai perwira Polri.

Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil, Wakapolda memberikan motivasi agar tidak menyerah. Ia mendorong mereka untuk terus belajar, berlatih, dan mencoba kembali di tahun berikutnya jika masih memenuhi syarat usia.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan rekan-rekan yang lulus agar dapat menjalani pendidikan dengan lancar dan sukses. Solidaritas antar peserta menjadi nilai penting yang harus dijaga.

Sidang kelulusan ini menjadi bukti nyata komitmen Polda NTT dalam mencetak perwira Polri yang unggul dan berintegritas. Proses seleksi yang transparan dan bebas KKN menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Dengan hasil ini, Polda NTT berharap dapat terus melahirkan pemimpin-pemimpin Polri masa depan yang mampu menjawab tantangan zaman. Keberhasilan ini juga menjadi cerminan dari semangat reformasi birokrasi di tubuh Polri.***

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan